TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu pilar utama pembangunan Kabupaten Berau menghadapi tantangan serius pada tahun anggaran 2026.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau tercatat mengalami penurunan anggaran yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Dalam kesempatannya, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengungkapkan bahwa total anggaran Disbudpar Berau pada 2026 hanya sebesar Rp44 Miliar lebih.
Angka tersebut turun jauh jika dibandingkan dengan anggaran tahun 2025 yang mencapai Rp68 Miliar lebih, serta tahun 2024 sebesar Rp56 Miliar lebih.
“Kalau dilihat memang cukup jauh penurunannya. Ini tentu berpengaruh pada program dan target yang sudah kami rencanakan,” ungkap Samsiah.
Ia menjelaskan, dari total anggaran tersebut, sebesar Rp11 Miliar lebih dialokasikan untuk kegiatan rutin Disbudpar. Sementara Bidang Kebudayaan memperoleh Rp3 Miliar lebih dan Bidang Pariwisata sebagai porsi terbesar mendapatkan Rp28 Miliar lebih.
Ia menyebut, dengan keterbatasan anggaran tersebut, Disbudpar terpaksa melakukan penyesuaian terhadap berbagai program pengembangan pariwisata yang telah disusun sebelumnya.
Sejumlah target kata dia, harus diminimalisir agar tetap dapat berjalan sesuai kemampuan keuangan daerah.
“Dengan berkurangnya anggaran, tentu target-target yang sudah disusun harus kami sesuaikan kembali,” jelasnya.
Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya alokasi anggaran dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun pemerintah pusat untuk sektor pariwisata Berau pada tahun anggaran 2026.
Staf Teknis Pengawas Kepariwisataan, Andi Nusyamsi, menyebutkan bahwa sebelumnya sempat ada sinyal dukungan anggaran sebesar Rp7 Miliar dari Dispar Kaltim.
“Informasi awalnya memang ada alokasi tersebut, tapi kemudian ditunda,” katanya.
Diakuinya, penundaan tersebut terjadi setelah adanya kebijakan pemangkasan anggaran di tingkat pusat yang berdampak langsung pada transfer anggaran dari provinsi ke kabupaten. Akibatnya, sejumlah rencana pengembangan destinasi dan promosi wisata terpaksa ditunda.
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, membenarkan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini cukup menantang akibat berkurangnya transfer dari pemerintah pusat.
“Kita punya harapan besar membangun Berau, tapi juga dihadapkan pada pengurangan transfer ke daerah yang cukup besar. Karena itu, efisiensi program menjadi keharusan,” tegasnya.
Meski sejumlah program tertunda, ia memastikan pembangunan tidak dihentikan dan akan kembali dilanjutkan pada tahun anggaran 2027. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





