TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dinas Pangan Kabupaten Berau menyiapkan langkah lanjutan berupa pelatihan keamanan pangan bagi para suplier pangan segar yang memasok kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif agar bahan pangan yang disajikan kepada penerima manfaat benar-benar aman, layak konsumsi, dan memenuhi standar mutu sejak dari sumber hingga proses pengolahan.
Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Pangan Berau, Sumarsono, mengatakan pihaknya selama ini telah melakukan pengawasan rutin terhadap dapur-dapur SPPG yang beroperasi di wilayah Berau.
“Pengawasan keamanan pangan di dapur SPPG sudah rutin kami lakukan. Salah satunya dengan pengambilan sampel bahan pangan segar sebelum diolah,” ungkapnya.
Menurutnya, pengambilan sampel tersebut menjadi tahapan awal untuk memastikan kualitas bahan makanan yang masuk ke dapur SPPG tetap terjaga. Pemeriksaan dilakukan melalui metode uji cepat (rapid test) yang dapat langsung menunjukkan indikasi keamanan pangan.
“Dari rapid test itu bisa langsung diketahui apakah bahan pangan aman atau ada indikasi mengandung bahan berbahaya,” ujarnya.
Apabila hasil uji cepat menunjukkan adanya indikasi mencurigakan, sampel akan segera dikirim ke laboratorium terakreditasi untuk pemeriksaan lanjutan. Namun sejauh ini, hasil pengawasan yang dilakukan menunjukkan kondisi yang relatif aman.
Ia menjelaskan, pengambilan sampel dilakukan sebelum proses pengolahan makanan dimulai. Meski tidak dilakukan setiap hari, sampling dilakukan secara berkala dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Alhamdulillah, sejauh ini hasilnya cukup baik dan belum ditemukan persoalan yang mengkhawatirkan,” katanya.
Meski demikian, Dinas Pangan Berau menegaskan bahwa pengawasan tetap menjadi prioritas utama. Menurut Sumarsono, langkah tersebut merupakan bentuk antisipasi untuk mencegah potensi gangguan keamanan pangan yang bisa berdampak pada kesehatan penerima manfaat MBG.
“Pengawasan ini bukan karena ada masalah, tapi sebagai upaya pencegahan agar tidak muncul laporan makanan bermasalah ke depannya,” tegasnya.
Terkait pelatihan keamanan pangan, Sumarsono mengungkapkan bahwa rencana tersebut sebenarnya sudah digagas sejak tahun lalu, namun belum sempat terealisasi. Tahun ini, pihaknya berharap program pelatihan tersebut dapat segera dilaksanakan, seiring dengan rencana penambahan dapur SPPG baru di Berau.
“Tahun lalu rencana itu belum terlaksana. Mudah-mudahan tahun ini bisa kita realisasikan agar pemahaman suplier semakin baik,” ucapnya.
Pelatihan keamanan pangan nantinya akan mencakup seluruh rantai distribusi pangan, mulai dari sumber bahan pangan, cara penanganan dan pengangkutan, hingga metode penyimpanan sebelum digunakan di dapur SPPG.
Selain itu, meningkatnya minat petani dan pelaku usaha lokal untuk memasok kebutuhan SPPG juga menjadi perhatian tersendiri. Beberapa komoditas pangan segar baru, seperti telur ayam, tetap akan diawasi ketat untuk memastikan standar keamanan pangan terpenuhi.
“Selama ini kondisinya baik, tapi kami tetap melakukan pengawasan secara ketat sebagai bentuk antisipasi,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





