TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Rumah Kesenian Batiwakkal menginisiasi program bertajuk Jelajah Karya dengan membawa seorang pelajar berbakat asal SMAN 5 Berau, Dennis, untuk melakukan kunjungan dan pembelajaran seni ke tiga kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari, mulai 27 hingga 31 Januari 2026, dengan tujuan Kutai Kartanegara, Samarinda, dan Balikpapan.
Sekretaris Rumah Kesenian Batiwakkal, Megawati, menjelaskan bahwa program ini menjadi langkah awal pihaknya dalam memperluas wawasan dan jejaring kesenian, baik bagi organisasi maupun bagi generasi muda yang memiliki potensi di bidang seni tradisional.
“Karena kami terhitung masih baru, baru berdiri tahun 2024, jadi kami ingin banyak belajar dari organisasi-organisasi kesenian yang ada di luar daerah. Perkembangan mereka cukup pesat dan itu penting untuk kami pelajari,” ujarnya, Selasa (27/1/26).
Ia menyebutkan, Dennis dipilih karena memiliki kemampuan khusus dalam pembuatan alat musik tradisional gambus. Melalui Jelajah Karya ini, Dennis akan diajak langsung melihat dan belajar dari para pengrajin serta komunitas seni di daerah tujuan.
“Harapannya bukan hanya gambus saja, tapi kalau memungkinkan nanti bisa berkembang membuat alat-alat musik tradisional lainnya,” tuturnya.
Megawati menambahkan, seluruh pembiayaan kegiatan Jelajah Karya Vol. 1 ini dilakukan secara mandiri oleh Rumah Kesenian Batiwakkal. Keputusan tersebut diambil setelah melihat potensi besar yang dimiliki Dennis.
“Untuk keberangkatannya ini mandiri dari rumah kesenian, karena kami melihat potensi Dennis luar biasa dan sayang kalau tidak difasilitasi sejak dini,” katanya.
Selain Kutai Kartanegara, rombongan juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah sanggar dan komunitas seni di Samarinda dan Balikpapan. Di dua kota tersebut, fokus kegiatan adalah bertukar pengalaman, diskusi, serta memperluas jaringan antar pelaku seni.
“Di Balikpapan dan Samarinda nanti kami akan mengunjungi sanggar-sanggar dan komunitas kesenian yang ada di sana, belajar tentang manajemen, program, dan pola pembinaan mereka,” ungkapnya.
Megawati juga menyinggung peran pemerintah dalam mendukung potensi generasi muda di bidang seni. Menurutnya, Dennis selama ini aktif mengikuti berbagai lomba sebagai perwakilan sekolah, namun program pendampingan seperti Jelajah Karya masih belum banyak tersentuh.
“Kalau pemerintah seharusnya mengetahui, karena Dennis ini sering ikut lomba-lomba mewakili sekolah. Hanya saja mungkin program seperti yang kami jalankan ini belum tercanangkan,” jelasnya.
Ke depan, Rumah Kesenian Batiwakkal berharap Jelajah Karya tidak berhenti pada edisi pertama. Mereka menargetkan program ini bisa berkelanjutan dengan jangkauan peserta yang lebih luas.
“Ini Jelajah Karya Vol. 1. Harapannya bisa ada Vol. 2, 3, 4, dan seterusnya. Bukan hanya satu orang yang diberangkatkan, tapi lebih banyak lagi, tentu dengan dukungan dari berbagai pihak,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim




