TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Berau yang berlokasi di Jalan Poros Limunjan, Sambaliung, telah rampung sejak akhir 2025.
Namun, fasilitas yang digadang-gadang menjadi pusat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tersebut belum dapat difungsikan sesuai rencana awal.
Awalnya, BLK tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2026. Target tersebut terpaksa bergeser lantaran belum tersedianya sarana dan prasarana pendukung kegiatan pelatihan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau, Zulkilfi Azhari, mengakui bahwa keterlambatan operasional disebabkan oleh belum lengkapnya fasilitas penunjang. Meski demikian, ia optimistis BLK tetap bisa dimanfaatkan dalam tahun ini.
“Pengoperasiannya memang belum bisa dilakukan sekarang, tapi kami berharap tetap bisa berjalan tahun ini,” ujarnya saat ditemui pada Senin (19/1/26).
Zulkilfi menjelaskan, saat ini pihaknya telah memperoleh dukungan untuk pengadaan sarana dan prasarana pelatihan. Fasilitas tersebut meliputi peralatan workshop seperti alat berat, serta kebutuhan pendukung lainnya, termasuk perlengkapan untuk asrama peserta.
“Kami sudah mendapatkan dukungan pengadaan sapras. Jika proses itu selesai, pelaksanaan teknis akan ditangani oleh Disnaker. Tim kami juga sudah mulai bergerak mempersiapkannya,” jelasnya.
Terkait kepastian waktu, Zulkilfi kembali menargetkan pemanfaatan gedung BLK yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp8,8 miliar tersebut pada pertengahan 2026.
“Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan tahun ini, kita jalani bertahap,” katanya.
Sebelumnya, untuk mengejar target operasional di awal tahun, Disnakertrans Berau sempat mengusulkan tambahan anggaran lebih dari Rp2 miliar guna pengadaan alat pelatihan dan fasilitas pendukung BLK.
Nantinya, setiap kelas pelatihan di BLK Berau akan diisi maksimal 16 peserta, sesuai standar Kementerian Ketenagakerjaan. Peserta yang lulus akan memperoleh sertifikat kompetensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





