TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memacu peningkatan status kampung. Hingga penghujung Desember 2025, masih terdapat 30 kampung yang berada pada kategori berkembang.
Jumlah tersebut menjadi perhatian serius agar segera bertransformasi menjadi kampung maju, bahkan mandiri.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa seluruh kampung di Berau sejatinya memiliki modal besar untuk berdiri mandiri. Dari total 100 kampung, potensi sumber daya alam dan sosial dinilai melimpah, namun belum dikelola secara optimal.
“Saat ini Berau memiliki 32 kampung mandiri, 48 kampung berstatus maju, dan 30 kampung berkembang. Harapannya, kampung yang masih berkembang maupun yang sudah maju bisa terus berbenah hingga menyusul menjadi kampung mandiri,” ujarnya.
Sri Juniarsih mengakui, tahun ini menjadi periode yang cukup menantang bagi pemerintah kampung. Kebijakan efisiensi anggaran berdampak pada pemangkasan dana, namun kondisi tersebut tidak boleh melemahkan semangat pembangunan di tingkat kampung.
“Situasi ini justru harus menjadi pemicu semangat. Keterbatasan jangan dijadikan alasan untuk stagnan, tetapi menjadi dorongan agar kita bisa lebih kreatif dan inovatif,” jelasnya.
Meski terjadi penyesuaian anggaran, Bupati menekankan bahwa dana kampung di Berau masih tergolong besar. Pada tahun ini, setiap kampung tetap menerima alokasi dana di atas Rp1 miliar, angka yang bahkan jarang ditemui di daerah lain.
“Tahun lalu alokasinya bahkan lebih dari Rp2 miliar per kampung. Saya tidak menemukan angka sebesar itu di luar Berau, termasuk di beberapa daerah di Pulau Jawa,” terangnya.
Menurutnya, banyak kampung di daerah lain mampu bertahan dan berkembang meski dengan anggaran terbatas. Hal tersebut seharusnya menjadi pembelajaran berharga bagi kampung-kampung di Berau.
“Mereka bisa berjuang dan tumbuh dengan dana minim. Kita yang memiliki sumber daya alam luar biasa seharusnya bisa lebih maju,” tuturnya.
Ke depan, Sri Juniarsih mendorong agar 30 kampung berkembang dan 48 kampung maju aktif belajar dari 32 kampung yang telah menyandang status mandiri. Selain itu, penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah dinilai penting agar potensi kampung dapat dikelola secara maksimal dan berkelanjutan.
“Potensi besar harus diiringi dengan kerja sama dan koordinasi yang solid. Jika itu berjalan seiring, tidak ada alasan kampung di Berau tidak bisa mandiri,” pungkasnya. (*/)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Ikbal Nurkarim





