TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Pemerintah Kampung Teluk Sumbang menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Berau atas rampungnya pembangunan jembatan permanen yang dinilai sangat membantu mobilitas warga sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pariwisata pesisir.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kampung Teluk Sumbang, Badri Husni Setiawan.
Ia mengungkapkan bahwa pembangunan dermaga ini merupakan aspirasi masyarakat yang telah lama disuarakan, terutama setelah jembatan sebelumnya beberapa kali rusak akibat bencana banjir.
“Alhamdulillah, kami dari Pemerintah Kampung Teluk Sumbang mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah. Bantuan dermaga ini sangat kami butuhkan, karena jembatan sebelumnya beberapa kali terdampak banjir,” ujar Badri.
Ia menjelaskan, jembatan yang saat ini berdiri merupakan pembangunan kedua. Pada tahap awal, bantuan yang diberikan masih berupa bangunan kayu, namun tidak bertahan lama akibat kondisi alam pesisir yang cukup ekstrem.
“Yang dulu memang dari kayu dan tidak bisa bertahan lama. Alhamdulillah, di tahun 2025 ini dermaga dibangun secara permanen dan hasilnya sangat memuaskan,” katanya.
Lebih dari sekadar sarana penyeberangan, Badri menilai jembatan baru ini memiliki nilai estetika dan keunikan tersendiri. Dengan desain menyerupai kelomang, dermaga tersebut mencerminkan identitas Kampung Teluk Sumbang sebagai kawasan pesisir.
“Bukan hanya sebagai tempat menyeberang, dermaga ini juga bisa menjadi ikon wisata kampung kami. Bentuknya berbeda dari jembatan pada umumnya, menyerupai kelomang yang menjadi ciri khas daerah pesisir,” jelasnya.
Badri juga mengungkapkan bahwa dermaga tersebut terhubung dengan potensi destinasi wisata lain di wilayahnya, yakni Pantai Tanjung Sinondo. Pantai ini dikenal memiliki karakteristik unik berupa hamparan batu koral, berbeda dengan pantai berpasir putih pada umumnya.
“Di lanjutan jembatan ini ada Pantai Tanjung Sinondok. Daya tariknya adalah pantai batu koral, bukan pasir. Di sana ada spot snorkeling, diving, hingga camping ground,” ungkapnya.
Dengan selesainya pembangunan jembatan, pihak kampung berharap dukungan lanjutan dari pemerintah daerah, khususnya dalam pembukaan akses jalan menuju lokasi wisata tersebut.
“Kami berharap ke depan bisa difasilitasi pembangunan jalan sekitar dua kilometer untuk membuka akses ke Pantai Tanjung Sinondo. Kalau aksesnya memadai, ini bisa membuka destinasi wisata baru dan mendorong ekonomi masyarakat,” harap Badri.
Ia optimistis, pengembangan kawasan pesisir Teluk Sumbang akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, tidak hanya bagi kampung setempat, tetapi juga bagi Kabupaten Berau secara keseluruhan. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





