TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemkab Berau secara resmi membuka Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 dengan mengusung tema “Strategi Pembangunan Kampung untuk Mewujudkan Visi dan Misi Bupati Berau Tahun 2025–2029”.
Kegiatan tersebut digelar di Ruang Pertemuan RPJPD Lantai II Gedung Bapelitbang, Jalan Apt Pranoto, Kamis (15/1/26).
Acara dibuka langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, yang dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan kampung sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Bupati Sri menyampaikan, dari total 100 kampung yang ada di Kabupaten Berau, saat ini telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Sebanyak 22 kampung berstatus mandiri, 48 kampung maju, dan 30 kampung berkembang.
“Ini adalah capaian yang patut kita syukuri. Setiap kampung memiliki potensi masing-masing dan telah mampu membangun kemandirian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Pemkab Berau berkomitmen menjalankan percepatan dan pemerataan pembangunan kampung secara adil dan merata, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa. Fokus utama diarahkan pada pengembangan potensi ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat.
Lanjutnya, dalam lima tahun ke depan, sektor pariwisata dan UMKM ditetapkan sebagai pilar utama pembangunan ekonomi masyarakat kampung.
Oleh karena itu, kata dia, peran kepala kampung dinilai sangat strategis dalam menyukseskan visi dan misi daerah, termasuk delapan program plus yang telah dirancang pemerintah daerah.
“Kampung dibekali tujuh sumber pendapatan, mulai dari Dana Desa, ADK, dana bagi hasil pajak dan retribusi, bantuan keuangan provinsi dan kabupaten, hibah, pendapatan asli kampung, hingga pendapatan sah lainnya,” jelasnya.
Namun demikian, Sri juga mengakui adanya tantangan serius akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Alokasi Alokasi Dana Kampung (ADK) mengalami penurunan signifikan dari Rp320 miliar pada 2025 menjadi Rp145 miliar di tahun 2026.
“Kondisi ini menuntut kepala kampung untuk lebih kreatif dan inovatif. Optimalkan potensi ekonomi kreatif, perkuat sinergi dengan lembaga kemasyarakatan dan pihak ketiga, serta maksimalkan pemanfaatan dana Rp50 juta per RT, khususnya untuk pengembangan pariwisata,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) dan Koperasi Desa Merah Putih secara profesional dan berkelanjutan.
Selain itu, Bupati Sri mengingatkan para kepala kampung agar menjaga kondusivitas wilayah, kelestarian lingkungan, serta menjauhi praktik korupsi.
“Amanah sebagai kepala kampung adalah tugas mulia yang bukan hanya dipertanggungjawabkan kepada manusia, tetapi juga kepada Allah SWT,” tegasnya.
Pada momentum tersebut, dirinya pun turut memberikan apresiasi kepada 15 kampung berprestasi melalui Dana Insentif Kampung (DIK) Tahun 2026 dengan total anggaran sebesar Rp1,45 miliar.
Ia menyebut, kampung penerima di antaranya Kampung Sumber Agung, Batu Putih, Maluang, Tumbit Dayak, Birang, Long Lanuk, hingga Biatan Ilir.
“Saya dorong 85 kampung lainnya untuk terus berprestasi. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton di kampung sendiri,” ucapnya.
Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau yang berhasil meraih Piagam Penghargaan Pembangunan Kategori III Bidang Pembangunan Wilayah Desa pada perayaan HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026.
Selanjutnya, Bupati Sri Juniarsih secara resmi membuka rangkaian Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 dan mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan momentum ini sebagai penguat komitmen membangun kampung yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera.
“Selamat Hari Desa Nasional Tahun 2026. Mari kita terus wujudkan pembangunan kampung yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





