TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan pentingnya peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam memberikan pelayanan terbaik kepada kaum mustahik, terutama melalui pendataan yang akurat, transparan, dan tepat sasaran.
Hal itu ia sampaikan dalam acara pelantikan dan pembekalan pimpinan Baznas Kabupaten Berau periode 2025–2030 beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sri menekankan, perhatian Baznas kepada kaum mustahik bukan hanya soal bantuan sesaat, melainkan bagian dari ladang pahala yang luar biasa.
Karena itu, ia meminta Baznas tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga mengembangkan fungsi sosial kemasyarakatan, termasuk pemberdayaan ekonomi masyarakat
“Baznas harus mampu mengembangkan fungsi sosial kemasyarakatan dalam mendukung pemberdayaan mustahik dan penguatan ketahanan sosial. Tata kelola zakat harus profesional, transparan, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kecepatan respons Baznas terhadap kondisi darurat. Menurutnya, berbeda dengan pemerintah daerah yang terikat berbagai regulasi dan mekanisme anggaran, Baznas harus bisa bergerak cepat saat masyarakat membutuhkan.
“Kalau di pemerintah ada banyak regulasi, akunisasi, dan prosedur. Tapi Baznas harus lebih fleksibel. Ketika orang butuh, harus langsung bergerak. Tentu tetap dengan pertanggungjawaban, transparansi, dan dokumentasi yang jelas,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Sri turut mengingatkan agar Baznas memperkuat sistem pendataan agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan dengan OPD lain.
Sinkronisasi data dinilai penting supaya bantuan benar-benar menyasar warga yang paling membutuhkan.
“Jangan sampai bantuan dobel, sementara yang lain belum tersentuh. Data harus benar-benar valid. Foto, dokumentasi, dan laporan itu penting, bukan hanya sebagai pertanggungjawaban kepada manusia, tapi juga kepada Allah SWT,” ucapnya.
Lebih jauh, ia berharap Baznas tidak hanya fokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program UMKM, ekonomi kreatif, pendidikan, dan kesehatan.
Menurutnya, kondisi keterbatasan anggaran saat ini harus dijadikan momentum untuk membangun kemandirian masyarakat.
“Kita tidak bisa terus bergantung pada APBD. Ini saatnya kita membina sumber daya manusia, mengembangkan potensi ekonomi, dan membuat masyarakat lebih mandiri,” jelasnya.
Sri menambahkan, Pemkab Berau siap menjadikan Baznas sebagai mitra strategis dalam berbagai program sosial dan pemberdayaan.
Ia berharap kolaborasi antara OPD dan Baznas semakin kuat, terutama dalam penanganan kemiskinan, stunting, bantuan kesehatan, dan peningkatan ekonomi warga.
“Tugas Baznas ini luar biasa. Saya berharap pengurus yang baru bisa lebih profesional, lebih responsif, dan lebih amanah dalam menjalankan tugasnya. Semoga semua yang kita lakukan bernilai ibadah,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





