TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Pemkab Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus berupaya mendorong pengembangan destinasi wisata unggulan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran pada tahun mendatang.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengatakan bahwa pengembangan kawasan wisata tetap difokuskan pada destinasi yang telah memiliki daya tarik dan potensi kunjungan tinggi, seperti Labuan Cermin dan Pulau Kakaban.
“Prioritas kita tetap pada destinasi unggulan, seperti Labuan Cermin. Kemudian di Kakaban juga masih ada rencana penambahan, meskipun skalanya kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran,” ungkap Samsiah.
Lanjutnya, selain destinasi unggulan, Disbudpar Berau juga mulai melirik pengembangan awal pada sejumlah destinasi baru yang memiliki potensi besar, di antaranya kawasan wisata Tujuh Bidadari.
Namun kata dia, realisasi pengembangannya masih akan disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah.
“Kita juga merambah ke destinasi lain seperti Tujuh Bidadari dan Lingkacang untuk pembenahan awal. Tapi tentu semuanya kita lihat lagi anggarannya,” jelasnya.
Samsiah mengakui, keterbatasan ruang fiskal akibat kondisi anggaran daerah yang defisit berdampak pada berkurangnya sejumlah program pengembangan pariwisata yang sebelumnya diusulkan.
“Dari usulan yang kami sampaikan, memang cukup banyak yang harus dikurangi. Tahun depan anggaran kita terbatas, jadi tidak terlalu banyak yang bisa dilakukan,” ujarnya.
Meski demikian, ia optimistis upaya pengembangan yang telah dilakukan dalam tiga tahun terakhir mulai memberikan dampak positif, khususnya bagi kampung-kampung yang menjadi lokasi destinasi wisata.
“Beberapa titik wisata sudah kita tingkatkan amenitasnya, dan itu sudah mulai memberikan hasil untuk kampung setempat,” katanya.
Sebagai contoh, kawasan wisata Batu-Batu yang kini telah dilengkapi dengan dermaga wisata, taman, Tourism Information Center (TIC), serta ruang bagi pelaku UMKM lokal.
Menurut Samsiah, keberlanjutan manfaat dari pembangunan tersebut sangat bergantung pada peran pemerintah kampung dalam memberdayakan masyarakatnya.
“Tinggal bagaimana kampung bisa memaksimalkan fasilitas yang sudah ada, memberdayakan masyarakat, dan menggerakkan UMKM agar ekonomi lokal benar-benar tumbuh,” tuturnya.
Disbudpar Berau berharap, meski dengan keterbatasan anggaran, pengembangan pariwisata tetap berjalan secara bertahap dan berkelanjutan, dengan mengedepankan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal serta pengelolaan destinasi yang berbasis pemberdayaan kampung. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





