TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan pentingnya kesiapan seluruh elemen pendukung pariwisata untuk memastikan wisatawan mendapat pengalaman terbaik selama berkunjung ke Bumi Batiwakkal.
Ia menyebut, momentum akhir tahun selalu menjadi puncak kunjungan wisatawan sehingga pemerintah dan pelaku wisata harus bergerak lebih cepat dalam mempersiapkan layanan.
Menurut Gamalis, Berau saat ini bukan lagi sekadar daerah transit, tetapi telah menjadi Daerah Tujuan Wisata (DTW) unggulan di Indonesia.
“Kalau dulu orang hanya kenal Derawan, sekarang Maratua dan banyak destinasi lain juga sudah dilirik wisatawan,” ungkapnya.
Lanjutnya, sejak awal masa kepemimpinan bersama Bupati Sri Juniarsih, Pemkab Berau terus memperbaiki amenitas dan infrastruktur sebagai wujud keseriusan mengembangkan sektor pariwisata.
Kata dia, mulai dari jalur akses menuju destinasi unggulan hingga fasilitas pendukung bagi wisatawan telah dibangun secara bertahap.
“Ini harus jadi pendongkrak ekonomi daerah. Pembangunan infrastruktur adalah bukti bahwa pemerintah serius memastikan transisi ekonomi Berau berjalan baik,” tegasnya.
Gamalis menjelaskan, perubahan kebijakan pusat terkait Dana Bagi Hasil (DBH) dan berkurangnya Bantuan Keuangan Provinsi (Bankeu) membuat pariwisata menjadi sektor masa depan yang harus digarap lebih maksimal.
Kendati demikian, ketergantungan terhadap industri batu bara, yang diperkirakan bertahan 10–30 tahun, kini terasa lebih cepat berubah.
“Fokus kita sekarang adalah bagaimana meningkatkan PAD. Pariwisata harus jadi salah satu jawabannya,” katanya.
Untuk itu, pemerintah terus mendorong promosi destinasi baru secara lebih masif. Ia menilai penting mengenalkan destinasi seperti Maratua, Bidukbiduk, Teluk Sumbang, Teluk Sulaiman, hingga kawasan wisata di bagian Barat Berau, agar wisatawan memahami bahwa Berau memiliki potensi yang jauh lebih luas dibanding hanya Kepulauan Derawan.
“Derawan sudah semakin padat, dan kita punya banyak pilihan destinasi lain yang tidak kalah indah,” ucapnya.
Gamalis berharap ke depan sektor pariwisata mampu menyumbang hingga 30 persen dari total APBD Berau.
Menurutnya, jika ekosistem pariwisata disiapkan dengan baik mulai dari akses, layanan, keamanan, hingga tata kelola maka dampak ekonominya akan sangat signifikan bagi masyarakat.
“Ini waktu kita. Wisata Berau sedang dilirik dunia, dan kita harus benar-benar siap sambut wisatawan Nataru dan seterusnya,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





