TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Progres pembangunan Jembatan Bailey yang menghubungkan Kampung Mapulu dan Kampung Panaan di Kecamatan Kelay terus menunjukkan perkembangan.
Setelah sempat terputus akibat banjir pada akhir tahun lalu, akses masyarakat mulai terbuka meski masih terbatas.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Junaidi, menyampaikan bahwa jembatan kini sudah dapat dilalui masyarakat, khususnya pejalan kaki dan pengendara roda dua.
“Mulai kemarin insyaAllah pejalan kaki dan roda dua sudah bisa melewati jembatan. InsyaAllah kami targetkan sekitar dua minggu lagi mobil sudah bisa melintas,” ujar Junaidi, Senin (8/12/25).
Ia menjelaskan bahwa pemasangan lantai jembatan telah selesai, sehingga akses dasar untuk masyarakat sudah tersedia. Prioritas saat ini adalah memastikan keamanan dan kekuatan struktur sebelum dibuka untuk kendaraan roda empat.
> “Lantai jembatan sudah terpasang, insyaAllah sudah bisa dilalui pejalan kaki masyarakat atau anak sekolah. Di lapangan juga aktivitas pekerjaan dari peralatan dan anggota kami masih berjalan,” jelasnya.
Meski demikian, proses pengerjaan di lapangan sempat mengalami hambatan. Cuaca ekstrem dan tingginya arus sungai beberapa hari terakhir membuat tim tidak dapat melakukan tahapan penimbunan oprit jembatan.
“Beberapa hari ini pekerjaan terkendala cuaca dan arus banjir. Belum bisa menimbun oprit,” ungkapnya.
Selain itu, pembangunan jembatan kali ini membutuhkan struktur yang lebih panjang dari sebelumnya. Junaidi menjelaskan bahwa posisi jembatan dinaikkan sekitar dua meter untuk mengantisipasi banjir susulan, yang membuat kebutuhan rangka jembatan bertambah.
Pihak DPUPR memastikan bahwa pembangunan jembatan akan terus dikejar dengan tetap memperhatikan standar keamanan konstruksi.
“Kehadiran jembatan ini kami tau sangat dinantikan warga karena menjadi akses vital distribusi logistik, layanan pendidikan, dan fasilitas kesehatan,” terangnya.
Junaidi berharap masyarakat bersabar dan tetap berhati-hati saat melintas, mengingat pekerjaan di lokasi masih berlangsung.
“Kami mohon masyarakat tetap berhati-hati karena pekerjaan masih berjalan. Yang jelas, target dua minggu untuk akses kendaraan roda empat akan kami upayakan,” kuncinya.
Sebagai informasi, sebelumnya jembatan memiliki bentang 30 meter dengan 10 segmen Bailey. Akan tetapi, dikarenakan posisi jembatan sekarang lebih tinggi sekitar 2 meter, bentangannya menjadi lebih panjang, sehingga membutuhkan setidaknya 15 segmen. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





