PULAU DERAWAN, PORTALBERAU – Kelompok UMKM olahan ikan Tenggiri 1 di Kampung Teluk Semanting, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, menyampaikan keluhan terkait kondisi rumah produksi yang kini dinilai sudah tidak layak digunakan. Kondisi tersebut disebut menghambat aktivitas produksi meski bahan baku dan pasar penjualan mereka sebenarnya sangat memadai.
Salah satu anggota Kelompok Tenggiri 1 menjelaskan bahwa fasilitas produksi saat ini sudah mengalami kerusakan parah dan tidak lagi memenuhi standar sanitasi. Kondisi tersebut bahkan telah menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Berau.
“Kami terkendala di rumah produksi, padahal dari kelompok kami bahan baku berlimpah dan pemasaran juga sudah berjalan. Tapi kondisi tempat produksi sudah tidak layak,” ujarnya, Senin (8/12/25).
Ia menambahkan bahwa Dinas Kesehatan sebelumnya telah memberikan teguran terkait kelayakan fasilitas tersebut.
“Apalagi Dinas Kesehatan Kabupaten Berau telah datang menegur, karena melihat rumah produksi kami yang sudah tidak layak,” ungkapnya.
Meski begitu, hingga kini kelompok tersebut mengaku belum mendapatkan respon yang memadai dari Diskoperindag Berau. Menurutnya, pihak dinas hanya meminta mereka memperbaiki bangunan secara mandiri, sementara kelompok usaha mengalami keterbatasan dana.
“Kami juga belum mendapatkan respon dari Diskoperindag. Pihak dinas hanya meminta kami memperbaiki, sementara kami terkendala anggaran,” jelasnya.
Walau dengan berbagai keterbatasan, aktivitas produksi tetap dilakukan menggunakan rumah-rumah warga sebagai alternatif, meski hal ini dinilai tidak efektif dan tidak sesuai standar produksi pangan.
“Walaupun dengan keterbatasan, kami masih tetap berproduksi dengan menggunakan rumah-rumah ibu-ibu yang ada di sini,” katanya.
Selain itu, kelompok ini mengaku memiliki pasar yang sudah cukup luas. Produk olahan ikan yang mereka hasilkan sudah dipasarkan ke beberapa daerah, termasuk melalui reseller tetap di Tanjung Redeb.
“Kami punya reseller di Tanjung Redeb dan kadang pembeli langsung datang ke kampung,” tuturnya.
Dengan kondisi tersebut, kelompok berharap adanya dukungan pemerintah untuk perbaikan rumah produksi pada tahun depan atau paling lambat tahun 2027.
“Kami berharap rumah produksi kami yang sudah tidak layak agar dapat diperbaiki tahun depan atau tahun 2027 agar produksi kembali normal,” harapnya.
Sebagai informasi, Kelompok Tenggiri 1 merupakan salah satu dari beberapa kelompok usaha pengolahan hasil laut yang ada di Kampung Teluk Semanting.
“Kami berharap pemerintah turut memberi perhatian agar usaha mikro masyarakat pesisir tetap dapat berkembang dan menjadi sumber penghidupan berkelanjutan,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





