SANGATTA, PORTALBERAU – Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutai Timur, Akhmad Rifanie, menilai penanaman kreativitas sejak usia sekolah menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya pelaku ekonomi kreatif di masa mendatang.
Ia menekankan bahwa pembinaan tidak boleh hanya bertumpu pada komunitas atau event besar, tetapi harus dimulai dari lingkungan pendidikan dan sanggar-sanggar seni yang ada di daerah.
Dalam wawancara khusus, Rifanie menyebut bahwa ruang berkarya di sekolah dapat menjadi titik awal lahirnya generasi kreatif.
Menurutnya, pembiasaan anak-anak dan remaja dalam berkarya akan memberi dampak jangka panjang terhadap perkembangan ekosistem kreatif di Kutai Timur.
“Ekonomi kreatif itu bisa dipupuk sejak bangku sekolah. Ketika anak terbiasa berkarya, mereka lebih siap menjadi kreator yang berdaya saing,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).
Pembinaan yang dilakukan di sekolah dan sanggar seni mencakup beragam bidang, di antaranya musik, tari, film, hingga kriya.
Pemerintah daerah menyediakan pendampingan melalui workshop, pelatihan, serta mentoring agar ide-ide kreatif yang muncul dapat berkembang menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi.
Sejumlah hasil karya dari pelajar maupun peserta sanggar bahkan sudah kerap dipamerkan dalam berbagai event besar di Kutim, seperti Festival Bahari Nusantara dan nantinya juga akan dipasang pada event Pekan Ekonomi Kreatif Sangatta.
“Keterlibatan ini memperluas pengalaman sekaligus membuka peluang kolaborasi bagi generasi muda,” tambanya.
Program tersebut, kata Rifanie, tidak hanya membangun kemampuan berkarya, tetapi juga menanamkan karakter kewirausahaan sejak dini.
Anak-anak diperkenalkan pada proses menciptakan karya, mengemasnya, hingga memasarkan secara sederhana agar mereka memahami bagaimana kreativitas dapat memberi nilai tambah.
Pemerintah daerah turut memastikan bahwa program pembinaan tetap berjalan secara realistis dan mempertimbangkan kapasitas masing-masing sekolah serta sanggar.
Fokusnya adalah keberlanjutan tanpa mengganggu proses pendidikan inti yang sudah berjalan.
Upaya ini sejalan dengan komitmen Kutai Timur untuk menguatkan posisi sebagai daerah yang aktif mengembangkan sektor ekonomi kreatif.
Beberapa karya generasi muda disebut telah berhasil tampil dalam event tingkat kabupaten dan bahkan mendapat apresiasi di ajang nasional.
Rifanie menutup wawancara dengan ajakan kepada masyarakat untuk ikut mendukung anak muda yang memiliki minat di bidang kreativitas.
“Selama ada dukungan dari orang tua, guru, dan lingkungan, potensi anak-anak untuk menjadi pelaku kreatif sangat besar dan bisa membawa manfaat bagi ekonomi lokal,” pungkasnya.(ADV)
Editor: Ikbal Nukarim





