SANGATTA, PORTALBERAU – Penguatan jaringan internet di sektor kesehatan kini menjadi salah satu fokus utama Diskominfo Staper Kutai Timur. Integrasi data puskesmas dan rumah sakit terus dipercepat agar layanan dasar masyarakat bisa berjalan tanpa hambatan.
Dengan koneksi yang stabil, proses rujukan pasien, pembaruan stok obat, hingga pelaporan harian dapat dilakukan lebih cepat dan akurat, terutama di wilayah yang jauh dari pusat kota.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga mulai menerapkan sistem pemantauan penggunaan internet di setiap instansi guna memastikan layanan publik tetap berjalan optimal. Melalui pengawasan terpusat, Diskominfo Kutim dapat mengetahui pola penggunaan bandwidth dan menilai apakah jaringan di satuan kerja tertentu sudah digunakan sesuai peruntukan.
Langkah ini sekaligus menekan pemborosan anggaran dan meningkatkan efisiensi operasional.
Ronny Bonar Hamonangan Siburian menegaskan bahwa seluruh instansi wajib menyesuaikan pemanfaatan internet dengan kebutuhan kerja. “Internet pemerintah itu harus diarahkan untuk memperkuat pelayanan, bukan sekadar fasilitas umum yang tidak jelas penggunaannya,” ucapnya.
Ia menilai kebijakan baru ini penting agar transformasi digital di Kutai Timur tidak berjalan setengah-setengah.
Lebih jauh, Diskominfo Kutim mulai memperluas penggunaan internet pada sistem administrasi ASN, khususnya absensi digital. Pencatatan kehadiran yang sebelumnya dilakukan manual kini sepenuhnya beralih ke platform daring yang dapat dipantau secara real-time. Mekanisme ini tidak hanya meningkatkan kedisiplinan ASN, tetapi juga membantu mempercepat pengambilan keputusan pimpinan berdasarkan data aktual.
Pengaturan teknis mengenai pemanfaatan jaringan juga sedang dirumuskan, termasuk pembatasan akses terhadap situs yang tidak berkaitan dengan pekerjaan. Kebijakan ini dirancang agar kapasitas jaringan di setiap instansi tetap fokus pada tugas-tugas pelayanan publik dan tidak terbebani aktivitas non-produktif yang dapat mengganggu kinerja sistem.
Selain memprioritaskan pelayanan kesehatan dan administrasi pemerintahan, Diskominfo Staper Kutim memastikan keamanan jaringan tetap menjadi perhatian utama. Standar pengamanan akan diperketat agar data pemerintah tidak mudah disalahgunakan, sekaligus memberi kenyamanan bagi instansi yang mengandalkan jaringan dalam kegiatan harian mereka.
Dalam penjelasan akhirnya, Ronny kembali menekankan bahwa optimalisasi jaringan bukan sekadar soal menyediakan akses internet.
“Yang kami dorong adalah pemanfaatan internet yang benar-benar memberi nilai tambah bagi masyarakat Kutai Timur,” tegasnya.
Dengan pendekatan seperti ini, ia berharap pemda dapat bergerak menuju pola kerja yang lebih efisien, transparan, dan selaras dengan perkembangan teknologi.
Penataan ulang kebijakan ini menjadi langkah strategis menuju pemerintahan digital yang tangguh. Dengan memastikan setiap titik jaringan memberikan manfaat maksimal, Diskominfo Kutim berharap pemanfaatan teknologi dapat benar-benar berkontribusi pada kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.(ADV)





