SANGATTA, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan tahun depan sebagai momentum akselerasi investasi, dengan fokus utama pada peningkatan nilai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).
Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ekspansi usaha, menumbuhkan perekonomian daerah, dan mendorong pemerataan pembangunan lintas sektor.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim, Darsafani, menyampaikan bahwa seluruh strategi diarahkan untuk memperbesar kontribusi investasi di berbagai sektor.
“Kami ingin memastikan iklim investasi Kutim semakin kompetitif, karena potensi sektor unggulan kita sangat luas,” ujar Darsafani.
Upaya penguatan data potensi wilayah kini terus dipercepat agar investor dapat membaca peluang secara lebih presisi.
Informasi mengenai ketersediaan lahan, akses logistik, hingga kebutuhan komoditas disusun lebih detail untuk memudahkan analisis pelaku usaha.
DPMPTSP juga melakukan pemetaan ulang sektor prioritas seperti pertanian, perikanan, energi, dan jasa pendukung industri.
Menurut Darsafani, komunikasi langsung dengan calon investor terus dilakukan melalui forum bisnis dan pertemuan teknis terjadwal.
“Kami membuka ruang dialog seluas mungkin agar investor mendapat kepastian sebelum berkomitmen,” tambahnya.
Ia berharap langkah-langkah ini dapat menghasilkan lonjakan signifikan terhadap nilai PMDN maupun PMA pada 2026.
Melalui strategi yang lebih fokus dan transparan, DPMPTSP Kutim menegaskan komitmennya menjadikan tahun depan sebagai periode akselerasi investasi.
Daerah diharapkan dapat merasakan dampaknya melalui pembukaan lapangan kerja, ekspansi usaha, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.(ADV)





