TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Komisi II DPRD Berau mendorong Pemerintah Kabupaten Berau, khususnya Dinas Perikanan, untuk segera membuka gerai perizinan nelayan.
Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat proses penerbitan izin yang selama ini dikeluhkan masyarakat nelayan.
Dalam kesempatannya, Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P Mangunsong, mengungkapkan bahwa sejumlah nelayan mengadu soal lambatnya proses perizinan.
Bahkan ada yang sudah mengurus izin namun hingga kini belum terbit, sementara mereka tetap harus melaut demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sudah mengajukan izin tapi tak kunjung terbit. Prosesnya lama sekali. Saat mereka melaut, ada tim penertiban menangkap mereka. Kasihan juga. Makanya kita dobrak persoalan ini sampai ke kementerian,” ujarnya.
Rudi menegaskan bahwa urusan perizinan nelayan tidak bisa diperlambat karena berhubungan dengan keselamatan, legalitas kapal, serta ketertiban operasional di wilayah perairan Kabupaten Berau.
Ia menilai pemerintah daerah harus menghadirkan solusi cepat agar nelayan tak lagi menjadi pihak yang dirugikan.
Beberapa waktu lalu, Kementerian Perhubungan Laut telah melakukan sosialisasi mengenai syarat administrasi sebelum pengurusan izin. Langkah ini kata dia, dilakukan agar nelayan dapat melengkapi dokumen lebih awal dan proses penerbitan izin dapat berjalan lebih cepat.
“Kita minta mereka segera membuka gerai perizinan untuk Berau dan Kaltara. Antusiasme nelayan cukup tinggi, artinya kebutuhan ini mendesak,” tegas Rudi.
Menurutnya, keberadaan gerai perizinan nelayan akan mempermudah masyarakat dalam mendapatkan legalitas kapal, tanpa harus menunggu lama atau melakukan perjalanan ke luar daerah.
Selain itu, menurutnya, gerai ini juga akan membantu mempercepat pendataan aktivitas perikanan yang lebih tertib dan akurat.
Dirinya juga meminta para nelayan untuk segera melengkapi seluruh persyaratan administrasi sehingga tidak ada hambatan saat proses verifikasi berlangsung.
“Dengan begitu, nelayan bisa bekerja dengan tertib, aman, dan tidak lagi khawatir terkena penertiban saat melaut,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





