TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau memastikan seluruh bantuan untuk kelompok tani yang diusulkan melalui anggaran murni tahun 2025 telah tersalurkan.
Tercatat sebanyak 34 kelompok tani mengajukan proposal bantuan, dan seluruhnya telah menerima dukungan sesuai kebutuhan masing-masing.
Kepala DTPHP Berau, Junaidi, mengatakan bahwa proses verifikasi dan penyaluran berjalan lancar. Setiap kelompok tani mendapatkan bantuan berdasarkan proposal yang disampaikan dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
“Untuk anggaran murni 2025 yang kami terima, usulan proposalnya ada 34 kelompok tani dan sudah kami salurkan semua bantuannya,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen agar tidak ada kelompok tani yang tertinggal dalam proses penyaluran bantuan tahun ini.
Junaidi menjelaskan, dinas hanya dapat memproses bantuan apabila ada pengajuan resmi dari kelompok tani. Proposal menjadi dasar utama bagi pihaknya untuk menentukan jenis dukungan yang diperlukan.
“Biasanya kami memproses permohonan kalau ada permohonan melalui usulan proses,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan melalui anggaran murni 2025 mencakup berbagai kebutuhan pertanian, mulai dari benih unggul, pupuk, sarana produksi lainnya, hingga Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Beberapa kelompok tani juga mengusulkan perbaikan infrastruktur pendukung seperti jalan usaha tani dan fasilitas penyimpanan hasil panen.
“Setiap usulan kami sesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Ada yang meminta benih hortikultura, ada juga yang membutuhkan peralatan untuk meningkatkan produktivitas. Kami melihat semuanya berdasarkan urgensi dan manfaatnya bagi petani,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa tren pengajuan proposal dari kelompok tani meningkat setiap tahun. Hal ini dianggap positif karena menunjukkan bahwa petani semakin memahami mekanisme pengusulan bantuan pemerintah.
“Dengan adanya proposal, semua lebih jelas dan terukur. Kami bisa memetakan kebutuhan per kecamatan dan menentukan prioritas yang paling mendesak,” jelasnya.
Meski seluruh usulan 2025 telah tersalurkan, Junaidi mendorong kelompok tani untuk terus mengajukan proposal baru untuk perencanaan anggaran tahun berikutnya. Ia juga meminta agar penyuluh pertanian terus mendampingi petani dalam penyusunan usulan agar lebih tepat sasaran.
“Harapan kami, petani tetap aktif menyampaikan kebutuhan. Ini penting agar pembangunan pertanian di Berau berjalan lebih efektif dan produktif,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhamamd Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





