TANJUNG RRDEB, PORTALBERAU – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau kembali menegaskan pentingnya penerapan harga yang wajar dan transparan bagi para pelaku UMKM di kawasan destinasi wisata unggulan.
Imbauan ini disampaikan langsung oleh Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menyusul meningkatnya kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun domestik ke sejumlah wilayah seperti Pulau Derawan, Maratua, dan Biduk-Biduk.
Menurut Eva, penerapan harga yang jelas dan sesuai adalah bagian penting dalam menjaga kenyamanan wisatawan serta mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.
Dalam setiap kesempatan kunjungan maupun pelatihan, tidak hanya di Pulau Derawan tetapi juga di Maratua dan Biduk-biduk sebagai wilayah destinasi andalan Kabupaten Berau, pihaknya selalu sampaikan bahwa selain tempat makan yang harus higienis dan bersih, kecepatan penyajian serta kepastian harga itu sangat penting, utamanya di daerah pariwisata.
Eva menekankan bahwa wisatawan yang datang memiliki latar belakang ekonomi yang beragam. Karena itu, daftar menu dan tarif harus dipasang secara terbuka agar memberikan kepastian dan kenyamanan bagi pengunjung.
“Kami himbau agar pelaku usaha memasang daftar menu disertai tarifnya, dan menetapkan harga yang sewajarnya,” tegasnya.
Dalam penjelasannya, Eva juga memberikan contoh mengenai penentuan harga bahan makanan di kawasan wisata. Ia menyebut, harga ikan bakar semestinya lebih murah dibandingkan harga di Tanjung Redeb maupun wilayah perkotaan lainnya.
“Karena bahan baku ikan di daerah wisata rata-rata lebih mudah diperoleh dan harganya lebih murah. Sebaliknya, jika bahan bakunya daging sapi, wajar kalau agak mahal,” katanya.
Penerapan harga yang masuk akal diyakini dapat memberikan ruang bagi wisatawan untuk menentukan pilihan tanpa merasa dirugikan. Hal ini akan memberikan opsi bagi wisatawan, apakah mereka melanjutkan pesan di warung tersebut atau mencari alternatif lain.
“Intinya jangan sampai memberi kesan kapok dan tidak mau datang lagi, bahkan lebih buruknya jangan sampai menjadi penghambat berkembangnya pariwisata kita,” jelasnya.
Eva juga mengingatkan bahwa keuntungan jangka pendek tidak sebanding dengan dampak negatif yang bisa muncul dalam jangka panjang apabila wisatawan merasa tidak puas dengan layanan maupun harga. Oleh karena itu, ia kembali mengajak seluruh pelaku UMKM di pusat-pusat wisata untuk menerapkan standar pelayanan terbaik.
“Berikan pelayanan terbaik kepada wisatawan guna mendukung perkembangan Berau menjadi destinasi wisata andalan Kaltim, Indonesia, bahkan dunia,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





