TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau tengah mempercepat penyelesaian sejumlah pekerjaan infrastruktur jelang tutup tahun 2025.
Berbagai proyek yang masih berjalan kini dikebut agar selesai tepat waktu tanpa mengurangi kualitas pekerjaan.
Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan, mengatakan percepatan ini dilakukan karena sebagian proyek masuk tahap penyelesaian dan harus tuntas sebelum batas akhir kontrak.
“Kita pastikan seluruh pekerjaan harus selesai sesuai target. Akhir tahun adalah periode krusial, sehingga kami terus memantau progres harian di lapangan,” ungkap Fendra.
Menurutnya, sejumlah proyek strategis menjadi prioritas percepatan, seperti perbaikan ruas jalan kabupaten, rehabilitasi drainase di kawasan perkotaan, pembangunan jembatan kecil di beberapa kampung, hingga peningkatan infrastruktur pendukung kawasan wisata.
“Ruas-ruas yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat menjadi perhatian utama. Tim kami turun setiap hari memastikan pekerjaan berjalan tanpa hambatan berarti,” jelasnya.
Diakui Fendra, DPUPR juga meningkatkan koordinasi dengan pihak rekanan untuk memastikan percepatan tidak mengabaikan kualitas.
Dirinya menegaskan bahwa percepatan bukan alasan untuk mengurangi standar teknis yang sudah ditetapkan.
“Kami minta semua rekanan memaksimalkan tenaga dan peralatan. Tapi kualitas tetap nomor satu. Jika ada pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, kami tidak ragu meminta perbaikan,” tegasnya.
Fendra mengakui bahwa kondisi cuaca penghujan menjadi tantangan tersendiri dalam proses percepatan. Namun DPUPR telah mengantisipasi hal tersebut dengan penjadwalan ulang dan penyesuaian teknis di lapangan.
“Hujan memang jadi kendala, tapi tidak boleh menjadi alasan pekerjaan terhambat terlalu jauh. Kami melakukan penyesuaian agar target tetap tercapai,” katanya.
Dirinya menambahkan, dengan adanya percepatan beberapa pekerjaan, ia berharap masyarakat dapat memahami jika terjadi gangguan sementara, seperti penutupan sebagian ruas jalan atau lalu lintas yang melambat.
“Kami memohon pengertian masyarakat. Gangguan ini sifatnya sementara, tetapi manfaatnya jangka panjang. Infrastruktur yang baik akan meningkatkan kenyamanan dan aktivitas ekonomi warga,” ucapnya.
Fendra menambahkan bahwa DPUPR tidak akan membiarkan ada pekerjaan yang mangkrak atau melewati masa kontrak tanpa penyelesaian.
“Kami menjaga agar seluruh proyek selesai sesuai aturan. Tidak boleh ada yang terbengkalai. Ini tanggung jawab kami untuk memastikan uang daerah digunakan efektif dan tepat sasaran,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





