TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Komisi I DPRD Kabupaten Berau menegaskan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan potensi di berbagai sektor, tidak hanya bertumpu pada pariwisata.
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menyampaikan bahwa pemerintah daerah perlu memperluas fokus pembangunan ekonomi dengan mendorong pertanian serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan daerah.
Menurut Elita, sektor pariwisata memang memiliki daya tarik besar dan menjadi salah satu penyokong ekonomi Berau dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ia mengingatkan bahwa sektor lain seperti pertanian dan UMKM juga menyimpan potensi besar jika dikembangkan lebih serius.
“Kita mendorong selain sektor wisata, terdapat pula pertanian dan UMKM. Jadi kita harapkan dapat mengoptimalisasi pajak dan retribusi,” ujarnya.
Elita menilai, kontribusi pajak dan retribusi daerah dapat meningkat signifikan apabila pemerintah daerah, khususnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, mampu melakukan pendekatan yang lebih aktif kepada pelaku usaha, pengelola wisata, dan masyarakat yang memiliki potensi ekonomi.
Ia menegaskan perlunya strategi “jemput bola” agar pendapatan tidak stagnan dan peluang penerimaan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.
“OPD terkait harus jemput bola. Target kita kan Rp450 miliar, dan diharapkan dengan jemput bola Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat melebihi target tersebut,” tegasnya.
Lebih jauh, Elita menjelaskan bahwa peningkatan PAD juga akan berdampak langsung kepada kampung-kampung di seluruh Berau. Semakin tinggi pendapatan daerah, semakin besar pula peluang kampung memperoleh tambahan Pendapatan Asli Kampung (PAK).
Dukungan anggaran tersebut, menurutnya, dapat digunakan untuk memperkuat ekonomi lokal dan mengembangkan potensi yang dimiliki masing-masing kampung.
“Maka kampung-kampung juga akan menerima tambahan Pendapatan Asli Kampung (PAK) dengan melihat potensi, baik wisata ataupun ekowisata untuk dikelola,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kampung-kampung di Berau memiliki keunikan dan aset alam yang bisa dikembangkan secara mandiri, mulai dari wisata alam, wisata budaya, hingga ekowisata yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan. Dengan pengelolaan yang tepat, potensi tersebut tidak hanya mendukung pariwisata daerah, tetapi juga membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Elita juga mengingatkan bahwa peningkatan PAD tidak hanya bergantung pada perluasan sektor usaha, tetapi juga pada penegakan aturan pajak daerah, peningkatan digitalisasi layanan, serta pembinaan pelaku UMKM agar mampu berkembang dan memiliki legalitas usaha yang kuat.
Lanjutnya, akan terus mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor agar strategi penguatan pendapatan dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan.
“Kita ingin PAD terus naik, dan itu hanya bisa dicapai kalau semua bergerak bersama,” kuncinya. (ADV)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim




