SANGATTA, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan bahwa rangkaian event serta kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pada akhir tahun tetap dilaksanakan meskipun terjadi penyesuaian anggaran daerah.
Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga agar program prioritas tetap berjalan tanpa mengganggu stabilitas fiskal.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga keberlanjutan agenda yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.
Ia menekankan bahwa efisiensi anggaran bukan berarti menghentikan kegiatan, tetapi menata ulang pola pelaksanaannya.
“Penyesuaian anggaran bukan alasan untuk menghentikan program. Event bisa tetap digelar tanpa harus sepenuhnya bertumpu pada APBD, dan bimtek harus tetap berjalan,” ujar Ardiansyah, Sabtu (22/11/2025).
Menurutnya, pemerintah selalu menilai urgensi serta dampak dari setiap kegiatan sebelum diputuskan, dengan Refocusing anggaran sebagai langkah adaptif yang perlu diambil agar belanja daerah selaras dengan kemampuan keuangan.
“Yang kami utamakan adalah manfaatnya, bukan besar kecilnya anggaran yang dipakai,” tambahnya.
Kegiatan event yang digelar pada penghujung tahun akan berlangsung dengan pendekatan pembiayaan yang lebih efisien.
Pemkab juga membuka kesempatan kemitraan dengan berbagai pihak yang dapat mendukung pendanaan tanpa membebani APBD secara berlebihan.
Di sisi lain, bimtek yang ditujukan bagi ketua rukun tetangga (RT) tetap masuk agenda wajib.
Program tersebut dinilai penting dalam meningkatkan kapasitas dan pemahaman aparatur di tingkat paling bawah, terutama menyangkut tata kelola pemerintahan.
Bupati meminta setiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyusun kegiatan dengan lebih terukur. Output dan manfaat bagi publik harus jelas sehingga anggaran yang digunakan sesuai kebutuhan.
Penyesuaian anggaran juga mendorong Pemkab Kutim untuk berinovasi dalam penyelenggaraan event, misalnya dengan memaksimalkan teknologi serta memperkuat kolaborasi lintas sektor, yang dinilai mampu meningkatkan kualitas kegiatan meski dilakukan dengan biaya yang lebih hemat.
Pemkab memastikan seluruh pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama dan tidak akan terdampak oleh penyesuaian anggaran yang sedang berlangsung.(ADV)





