SANGATTA, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menunjukkan komitmen besarnya dalam membangun kualitas pendidikan sejak level paling dasar.
Melalui program peningkatan kapasitas tenaga pendidik, sebanyak 900 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diberi kesempatan menempuh pendidikan sarjana sebagai bagian dari percepatan peningkatan mutu guru.
Bupati Kutim, H. Ardiansyah Sulaiman, menilai penguatan pendidikan usia dini merupakan langkah kunci dalam mencetak generasi unggul menuju visi Kutim Hebat 2045.
Ia menekankan bahwa guru PAUD memegang peran strategis dalam membentuk karakter dan kemampuan dasar anak sejak usia dini.
“Guru PAUD harus memiliki kualifikasi yang sesuai. Karena itu, mereka wajib bergelar sarjana agar mutu pendidikan kita benar-benar meningkat dari fondasinya,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).
Pemkab Kutim telah mengirim 450 guru PAUD untuk melanjutkan pendidikan tahun lalu, dan kembali memberangkatkan 450 guru lainnya pada tahun 2025 melalui program perkuliahan berbasis percepatan.
Ardiansyah mengakui masih banyak guru PAUD yang belum memenuhi kualifikasi akademik, padahal perannya sangat vital dalam perkembangan anak.
Program pendidikan ini dijalankan melalui kemitraan dengan beberapa perguruan tinggi, termasuk Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Model pembelajaran dirancang fleksibel agar guru dapat tetap menjalankan tugas mengajar sekaligus mengikuti perkuliahan.
Ardiansyah menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru bukan hanya soal gelar, tetapi juga pembentukan pola pikir agar tenaga pendidik semakin profesional dan inspiratif.
“Guru PAUD bukan sekadar mengajar, mereka adalah teladan yang menanamkan nilai karakter, kedisiplinan, dan semangat belajar,” imbuhnya.
Di sisi lain, Pemkab Kutim juga menargetkan pemerataan akses pendidikan usia dini.
Pemerintah memastikan setiap desa di Kutai Timur harus memiliki lembaga PAUD atau TK agar seluruh anak mendapatkan layanan pendidikan sejak usia awal, sebab semua anak Kutim punya hak yang sama.
Bupati menilai bahwa investasi pada pendidikan anak usia dini akan berdampak besar dalam jangka panjang karena akan melahirkan generasi yang lebih cerdas dan mampu bersaing di masa mendatang.
“Anak-anak yang tumbuh di bawah bimbingan guru yang profesional akan lebih siap menghadapi tantangan dan perubahan zaman,” jelasnya.
Program ini disambut positif oleh masyarakat dan para guru, banyak tenaga pendidik merasa terbantu karena mendapatkan kesempatan kuliah tanpa harus meninggalkan tanggung jawab mengajar.
“Kita ingin guru PAUD dihargai setara dengan pendidik jenjang lain, karena dari tangan mereka lahir generasi masa depan Kutai Timur,” tutup Ardiansyah.(ADV)
Editor: Ikbal Nurkarim





