SANGATTA, PORTALBERAU – Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutai Timur, Akhmad Rifanie, menilai bahwa setiap gelaran event kreatif di daerah harus memberi nilai lebih bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kegiatan yang digelar Pemkab Kutim bukan hanya bertujuan menghibur, tetapi juga menguatkan identitas budaya serta membuka ruang ekonomi bagi pelaku kreatif.
Dalam wawancara khusus, Rifanie menjelaskan bahwa unsur budaya selalu menjadi bagian inti dari setiap konsep event.
“Melalui agenda-agenda kreatif ini, pengunjung bukan hanya datang untuk menikmati hiburan, tetapi juga mempelajari adat dan tradisi yang kita miliki,” ucapnya, Kamis (20/11/2025).
Festival seperti Lom Plai, Bahari Nusantara di Pulau Miang, hingga Pesona Pantai Marang Kaliurang telah menjadi contoh bagaimana pertunjukan seni dipadukan dengan kekayaan budaya masyarakat Kutai Timur.
Pendekatan tersebut dinilai mampu memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi pengunjung sekaligus memperkuat karakter event.
Selain menghadirkan seni dan budaya, pelaksanaan event juga dimanfaatkan sebagai sarana pemberdayaan ekonomi lokal. UMKM, pedagang kuliner, hingga kreator kerajinan diberi panggung untuk menjual produk secara langsung.
Rifanie menyebut efek perputaran ekonomi ini sangat terasa di masyarakat, untuk tahun 2025, Dinas Pariwisata telah melakukan sejumlah agenda baru yang tetap menonjolkan unsur khas daerah.
Diantaranya Festival Bahari Nusantara yang dipusatkan di Pulau Miang, sedangkan Pekan Ekonomi Kreatif di Sangatta kembali disiapkan sebagai ruang kolaborasi antara budaya dan kreativitas.
Kegiatan-kegiatan tersebut juga menjadi medium bagi subsektor ekonomi kreatif lainnya, mulai dari musik, seni pertunjukan, film pendek, hingga produk kerajinan.
Kreator muda didorong untuk menampilkan karya dan memperluas jangkauan publik melalui kanal digital.
Menurut Rifanie, penyelenggaraan event semacam ini tidak hanya menggerakkan ekonomi, tetapi juga memperkuat jati diri masyarakat Kutim.
“Ketika karya lokal ditampilkan secara terbuka, masyarakat semakin mengenal dan menghargai warisan budaya mereka,” tegasnya.
Di akhir wawancara, Rifanie mengajak komunitas budaya, pelaku seni, serta masyarakat untuk ikut aktif terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaan event.
Ia menilai bahwa partisipasi bersama akan membuat kegiatan lebih berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan ekonomi kreatif Kutai Timur.(ADV)
Editor: Ikbal Nurkarim





