TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Berau, Elita Herlina, meminta pemerintah daerah dan pemerintah kampung untuk lebih aktif menggali sumber pendapatan guna mengatasi keterbatasan anggaran yang saat ini tengah dihadapi.
Menurutnya, pemotongan anggaran yang cukup signifikan harus menjadi momentum bagi daerah dan kampung untuk memperkuat kemandirian finansial.
Dalam pernyataannya, Elita menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pendapatan Asli Kampung (PAK) sebagai pondasi utama keberlanjutan pembangunan. Ia menilai bahwa masing-masing kampung memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, mulai dari sektor pariwisata, pertanian, perikanan, hingga produk kreatif masyarakat.
“Kami meminta pemerintah daerah untuk dapat menggali Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) dan pemerintah kampung menggali potensi Pendapatan Asli Kampung (PAK). Apalagi memang pemotongan anggaran ini tergolong lumayan,” ujar Elita Herlina, Selasa (25/11/25).
Elita juga menyoroti pentingnya dukungan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Berau. Menurutnya, Corporate Social Responsibility (CSR) harus diberikan secara rutin dan tepat sasaran agar berdampak langsung pada masyarakat, khususnya yang tinggal di perkampungan. Ia menegaskan bahwa keberadaan perusahaan seharusnya memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
“Kami juga meminta keterlibatan perusahaan-perusahaan untuk rutin memberikan CSR kepada masyarakat di perkampungan untuk kemajuan kampung. Begitupun Perusda-Perusda yang ada di Kabupaten Berau untuk dapat memberikan kontribusinya,” tegasnya.
Tidak hanya perusahaan swasta, Elita juga menyoroti peran Perusahaan Daerah (Perusda) Berau yang dinilai memiliki tanggung jawab moril untuk mendukung pembangunan, terutama di tengah kondisi anggaran yang terbatas. Perusda diharapkan mampu meningkatkan kinerja, mencetak laba, dan berkontribusi terhadap keuangan daerah.
Lebih jauh, Elita mendorong adanya sinergi lintas sektor agar berbagai persoalan anggaran dapat diatasi bersama. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci untuk menjaga kelancaran pembangunan di kampung maupun daerah, serta memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan optimal.
“Maka kami mengajak kolaborasi untuk lintas sektor, agar anggaran yang terbatas ini dapat teratasi,” katanya.
Elita menyampaikan bahwa DPRD Berau akan terus melakukan pengawasan dan mendorong pemerintah daerah agar lebih inovatif dalam mengembangkan sumber pendapatan.
“Kami juga mengajak seluruh pihak pemerintah, perusahaan, dan masyarakat untuk saling bersinergi demi mewujudkan pembangunan kampung yang lebih maju dan mandiri,” kuncinya. (ADV)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





