SANGATTA, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui memastikan tidak ada lagi sekolah yang tertinggal dalam akses internet.
Program internet gratis yang dijalankan Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim kini telah menjangkau seluruh wilayah, termasuk sekolah-sekolah yang berada paling jauh dari pusat kota.
Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Staper Kutim, Sulisman, menyebutkan bahwa penyediaan internet gratis untuk pendidikan menjadi program strategis yang terus diperluas setiap tahun.
“Dengan penambahan perangkat Starlink di wilayah terpencil, akses internet kini jauh lebih stabil dan merata,” bebernya, Senin (17/11/2025).
Menurut Sulisman, program ini hadir untuk menghapus ketimpangan digital yang selama ini menjadi hambatan bagi sekolah-sekolah di pedalaman.
Pemerintah daerah memastikan tidak ada lagi perbedaan pelayanan antara sekolah di kota dan sekolah di pelosok.
“Tidak ada lagi sekolah tertinggal. Seluruh wilayah sudah kami layani dengan internet gratis sesuai komitmen pemerintah daerah,” tegas Sulisman.
Penambahan 36 unit Starlink pada tahun 2025 menjadi salah satu upaya memperluas layanan jaringan dan internet.
Unit tersebut melengkapi 191 perangkat yang telah terpasang pada tahun sebelumnya dan tersebar tidak hanya di sekolah, tetapi juga di fasilitas publik seperti puskesmas, perpustakaan, dan kantor korwil pendidikan.
Ia menegaskan bahwa penyediaan layanan internet gratis bukan hanya memenuhi kebutuhan teknis, tetapi bagian dari strategi besar untuk memperkuat ekosistem pendidikan digital di Kutim.
Setiap ruang kelas kini telah dilengkapi Smart TV yang memerlukan akses internet stabil untuk mendukung aktivitas pembelajaran.
Program ini mencakup filtering situs dan pengaturan pemakaian agar layanan digunakan sesuai kebutuhan belajar.
“Kami memastikan seluruh sekolah mendapatkan layanan yang layak dan stabil, sehingga kualitas pembelajaran dapat meningkat,” tutup Sulisman.(ADV)
Editor: Ikbal Nurkarim





