SANGATTA, PORTALBERAU – Sektor pariwisata di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu destinasi yang kini menjadi sorotan adalah Pulau Miang, pulau kecil di pesisir Kutim yang kian ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Bupati Kutim, H. Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan bahwa peningkatan kunjungan ke Pulau Miang menjadi bukti kuat bahwa potensi wisata bahari di daerah tersebut semakin diakui publik.
“Antusias masyarakat luar biasa. Bahkan dua bulan ke depan, penginapan di sekitar Pulau Miang sudah penuh dipesan,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).
Selain Pulau Miang, Pemkab Kutim juga tengah menyiapkan sejumlah destinasi pesisir lain untuk menjadi magnet wisata baru, seperti Pulau Bira-Bira, Jepu-Jepu, dan kawasan Sekrat di Kecamatan Kaliorang.
Ardiansyah menilai, setiap lokasi memiliki pesona dan karakter yang unik, sehingga dapat menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir.
“Kita ingin wisata bahari Kutim menjadi sektor andalan baru di luar pertambangan. Alam kita indah, budayanya kuat, tinggal bagaimana kita kelola dengan bijak,” katanya.
Untuk memperkuat daya tarik wisata, pemerintah daerah mulai meningkatkan infrastruktur pendukung, termasuk perbaikan akses menuju pelabuhan, pembangunan fasilitas dermaga, hingga perluasan jaringan komunikasi di wilayah kepulauan.
Upaya tersebut diharapkan mempermudah mobilitas wisatawan serta mendorong pelaku usaha lokal berkembang.
Tak hanya fokus pada pengembangan fasilitas, Pemkab Kutim juga memastikan bahwa aspek keberlanjutan lingkungan tetap menjadi perhatian utama dalam pengembangan kawasan wisata.
“Jangan sampai wisata berkembang tapi alam kita rusak. Pengelolaan harus tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem,” tegas Ardiansyah.
Dengan panorama laut yang jernih, hamparan pasir putih, dan keanekaragaman biota laut yang memukau, Kutim dinilai memiliki modal besar untuk menjadi pusat wisata bahari baru di Kalimantan Timur.
“Kutim punya semua potensi. Sekarang saatnya kita jadikan pariwisata sebagai kekuatan ekonomi berkelanjutan,” tutup Ardiansyah.(ADV)
Editor: Ikbal Nurkarim





