SANGATTA, PORTALBERAU – Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutai Timur, Akhmad Rifanie, mendorong masyarakat untuk lebih aktif terlibat dalam berbagai gelaran kreatif yang berlangsung sepanjang tahun.
Ia menilai, besarnya dampak sebuah event tidak hanya bergantung pada penyelenggara, tetapi juga pada partisipasi publik yang ikut memeriahkan dan menyebarkan informasi.
Rifanie menegaskan bahwa dukungan warga dapat menjadi energi utama dalam memajukan ekosistem kreatif di Kutai Timur.
Event yang dihadirkan pun beragam, mulai dari pertunjukan musik, pemutaran film, festival kuliner, hingga pameran budaya dan karya kerajinan.
Seluruhnya dirancang sebagai ruang bagi pelaku lokal untuk menunjukkan karya, sekaligus menjadi media penguatan UMKM dan sektor pariwisata.
Ia mengungkapkan bahwa antusiasme pengunjung pada event-event sebelumnya memberi dampak signifikan bagi ekonomi masyarakat. Aktivitas UMKM meningkat, pelaku kuliner kebanjiran pesanan, hingga jasa penginapan mengalami lonjakan tamu.
“Semakin besar keterlibatan masyarakat, semakin besar pula manfaat ekonomi yang kembali ke warga,” kata Rifanie, beberapa waktu lalu.
Selain aspek ekonomi, setiap agenda kreatif juga memuat unsur budaya lokal. Melalui festival dan pameran seni, pengunjung dapat mengenal nilai-nilai adat serta keragaman tradisi Kutai Timur secara lebih dekat.
Menurut Rifanie, inilah yang membuat event kreatif menjadi sarana promosi identitas daerah.
Dinas Pariwisata Kutim juga terus memfasilitasi kreator muda, seperti musisi, pembuat film, dan kreator konten, agar karya mereka bisa tampil baik di panggung event maupun platform digital.
Pada 2025, sejumlah program unggulan seperti Festival Bahari Nusantara di Pulau Miang, Pekan Ekonomi Kreatif di Sangatta, dan Festival Lom Plai di Muara Wahau disiapkan dengan konsep yang melibatkan komunitas dan masyarakat setempat secara lebih intensif.
Menutup penjelasannya, Rifanie kembali mengajak warga Kutai Timur menjadi bagian dari perkembangan kreativitas daerah.
“Datang, dukung, atau ikut terlibat langsung dalam setiap kontribusi masyarakat akan membantu pelaku kreatif berkembang dan memperkuat posisi Kutim sebagai daerah dengan potensi ekonomi kreatif yang kuat,” tutupnya.(ADV)
Editor: Ikbal Nurkarim





