SANGATTA, PORTALBERAU – Konsep Smart City dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan dua elemen yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun layanan pemerintahan modern.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutai Timur, Ronny Bonar, menyebut bahwa kedua program tersebut justru saling menopang dalam mewujudkan transformasi digital di daerah.
Ia menjelaskan, SPBE berfungsi sebagai kerangka dasar untuk menata sistem administrasi dan informasi di lingkungan pemerintahan agar lebih terintegrasi.
Melalui SPBE, seluruh perangkat daerah diarahkan menggunakan platform digital yang sama sehingga proses pelayanan publik dapat berlangsung lebih transparan dan efisien.
Sementara itu, Smart City memiliki ruang lingkup lebih besar karena menempatkan pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha sebagai bagian dari ekosistem digital yang saling terhubung.
Pendekatan ini tidak hanya menitikberatkan pada sistem teknologi, tetapi juga pada kolaborasi sosial yang mendorong terciptanya kota yang cerdas dan adaptif.
“Kalau SPBE lebih banyak menyentuh urusan internal pemerintahan, Smart City berada pada level yang lebih luas karena melibatkan warga sebagai bagian dari prosesnya,” kata Ronny, Kamis (13/11/2025).
Menurutnya, keberhasilan Smart City sangat bergantung pada soliditas SPBE. Tanpa integrasi data dan layanan publik yang tertata melalui SPBE, konsep Smart City sulit dijalankan secara utuh.
Oleh Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah agar penerapan SPBE berjalan efektif.
Ia menambahkan, ketika SPBE dan Smart City mampu berjalan seiring, maka model pemerintahan digital yang dibangun tidak hanya menghasilkan inovasi layanan, tetapi juga menciptakan budaya kerja baru yang lebih terbuka, responsif, dan akuntabel.
Diskominfo Staper Kutim kini tengah mempercepat harmonisasi program kedua sektor tersebut agar transformasi digital dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pemerintah berharap sinergi SPBE dan Smart City dapat memperkuat kualitas layanan publik dan menjadikan Kutai Timur sebagai daerah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tutupnya.(ADV)
Editor: Ikbal Nurkarim





