TANJUNG REDEB, PORRALBERAU – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan pentingnya menjaga dan mengembangkan olahraga tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah. Ia menilai, olahraga tradisional tidak hanya memiliki nilai historis dan budaya, tetapi juga mampu melahirkan prestasi membanggakan di tingkat nasional bahkan internasional.
Dalam keterangannya kepada awak media, Gamalis mengapresiasi semangat generasi muda Berau yang terus menorehkan prestasi di berbagai cabang olahraga tradisional, salah satunya panahan. Ia mengaku bangga melihat anak-anak yang masih berusia belia mampu bersaing dan berprestasi di ajang nasional.
Pihaknya menyebut bahwa Kabupaten Berau memiliki budaya-budaya tradisional yang harus dijaga.
“Apalagi saya melihat anak-anak kecil yang mengikuti panahan namun sudah dapat meraih prestasi yang luar biasa di Lombok beberapa waktu lalu. Ini yang akan kita support ke depannya,” ujar Gamalis, Jumat (10/10/25).
Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap pengembangan olahraga tradisional dapat dilakukan melalui berbagai bentuk, mulai dari pembinaan, pendanaan, hingga penyediaan sarana latihan. Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen untuk memberikan ruang bagi para atlet muda agar terus berkembang sesuai dengan potensi mereka.
“Supporting itu banyak macamnya, semisal dukungan alokasi pendanaan untuk olahraga bagi yang berprestasi atau proses olahraganya. Maka kita perlu kluster-kan terlebih dahulu karena banyak atlet yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing,” jelasnya.
Gamalis juga menegaskan bahwa penganggaran bagi atlet berprestasi di bidang olahraga tradisional perlu menjadi perhatian khusus dalam perencanaan pembangunan daerah. Dirinya menilai dukungan finansial merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar para atlet terus berlatih dan mengharumkan nama Berau di kancah lebih luas.
Ia juga menegaskan bahwa penganggaran bagi mereka yang berprestasi di olahraga tradisional memang harus dilakukan.
“Sehingga mereka dapat termotivasi dan mendapatkan dorongan peningkatan prestasi yang ada,” ungkapnya.
Meskipun kondisi APBD Kabupaten Berau mengalami penurunan, Gamalis menegaskan bahwa dukungan terhadap sektor olahraga, khususnya olahraga tradisional, tidak boleh dikesampingkan. Ia berharap alokasi dana yang terbatas tetap dapat dimanfaatkan secara efektif untuk pembinaan atlet dan pelestarian budaya daerah.
“Walaupun dalam kondisi APBD yang turun, hal ini tetap harus diprioritaskan agar prestasi dapat terus terjadi,” tegasnya.
Wabup menilai, keberhasilan atlet-atlet muda dalam cabang olahraga tradisional merupakan bukti nyata bahwa warisan budaya lokal masih diminati dan mampu bersaing.
“Kami mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat dan dunia usaha, untuk turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian budaya serta mendukung perkembangan olahraga tradisional di Kabupaten Berau,” kuncinya. (*/)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Dedy Warseto





