MARATUA, PORTALBERAU- Warga Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua, digemparkan dengan peristiwa tenggelamnya dua bocah perempuan pada Rabu (8/10/2025) sore. Salah satu korban, berinisial Q.R (7), ditemukan meninggal dunia di perairan Tanjung Siku sekitar pukul 23.40 WITA.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban awalnya berpamitan untuk membeli es di sekitar lapangan voli Kampung Teluk Harapan bersama temannya, R.H.H. Namun hingga petang keduanya tak kunjung kembali ke rumah.
Keluarga yang khawatir langsung melakukan pencarian bersama warga setempat. Sekitar pukul 21.44 WITA, salah satu korban, R.H.H, ditemukan tertimbun pasir di tepi pantai dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Tak berhenti di situ, warga kembali menyisir area perairan sekitar. Hingga akhirnya sekitar pukul 23.30 WITA, dua nelayan bernama La Jae dan Sukrianto menemukan korban Q.R dalam posisi tengkurap di atas batu karang saat air laut surut, sekitar 10 meter dari bibir pantai Tanjung Siku atau sekitar 3 kilometer dari lokasi awal di Teluk Harapan.
Keduanya langsung mengevakuasi korban ke rumah duka. Pihak keluarga menyatakan menolak visum dan autopsi, serta menandatangani surat pernyataan bahwa kematian korban disebabkan oleh tenggelam.
Menanggapi insiden tersebut, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nopian Hidayat, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban.
Ia menegaskan, kejadian ini menjadi pengingat agar masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir, lebih waspada dalam mengawasi anak-anak saat berada di dekat perairan.
“Kami sangat berduka atas peristiwa ini. Maratua merupakan wilayah dengan aktivitas laut yang tinggi, sehingga pengawasan terhadap anak-anak harus menjadi prioritas,” ungkapnya .
“Walau pantai terlihat tenang, arus bawah laut bisa berbahaya kapan saja,” sambung Nopian saat dikonfirmasi, Kamis (9/10/25).
Ia menambahkan, faktor alam seperti ombak tinggi dan pasang air laut yang terjadi pada sore hingga malam hari turut memperbesar risiko kecelakaan di laut.
“Dari laporan yang kami terima, saat kejadian kondisi laut sedang pasang dan ombak cukup kuat. Ini tentu meningkatkan risiko, apalagi bagi anak-anak yang belum mahir berenang,” jelasnya.
Diakuinya juga, sebagai langkah antisipasi, BPBD Berau akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan aparat kampung untuk melakukan sosialisasi keselamatan di perairan, khususnya bagi anak-anak dan orang tua.
“Kami akan mendorong edukasi mengenai keselamatan bermain di pantai, termasuk larangan bermain di laut tanpa pengawasan orang dewasa,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Dedy Warseto





