TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memfokuskan pembangunan sektor kesehatan sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan daerah. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat menegaskan komitmen daerah dalam memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat.
Menurutnya, upaya peningkatan layanan kesehatan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fasilitas baru, tetapi juga dengan optimalisasi rumah sakit, puskesmas, hingga pos pelayanan terpadu (Pustu) di tingkat kampung.
Pihaknya menyadari bahwasanya kesehatan merupakan salah satu indikator pencapaian keberhasilan pembangunan daerah.
“Untuk itu, kami juga masih melaksanakan proses pembangunan RSUD Berau di Jalan Sultan Agung, sembari meningkatkan kualitas RSUD Abdul Rivai dengan menambah fasilitas serta infrastruktur penunjang,” ungkap Sri Juniarsih, Rabu (1/10/25).
Selain rumah sakit daerah, Pemkab Berau juga menggandeng mitra strategis untuk memperluas akses pelayanan kesehatan. Salah satunya melalui sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang mendukung operasional Rumah Sehat Baznas di Tanjung Redeb.
Di samping itu, pihaknya pun terus membenahi kualitas layanan puskesmas, baik yang berada di perkotaan maupun pustu di wilayah kampung.
“Kami pub bersinergi dengan Baznas dan mitra pembangunan pada operasional Rumah Sehat Baznas yang juga sudah mulai beroperasi,” lanjutnya.
Bupati juga menegaskan bahwa penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award yang diterima Kabupaten Berau tahun lalu menjadi penguat komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kepesertaan BPJS Kesehatan.
“Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award yang kita terima tahun lalu, menguatkan komitmen kami dalam mendukung kepesertaan BPJS Kesehatan,” tegasnya.
Lebih jauh, Sri Juniarsih meminta agar seluruh tenaga kesehatan maupun penyedia layanan kesehatan di Kabupaten Berau mengutamakan kepentingan pasien, tanpa diskriminasi maupun kendala administratif.
“Jangan sampai ada pasien ditolak karena tidak mampu membayar atau terkendala administrasi. Jangan sampai ada pembedaan perlakuan antara pasien BPJS dan lainnya,” pesannya.
Ia juga berpesan agar seluruh jajaran kesehatan menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas utama. Menurutnya, dedikasi dan keikhlasan dalam melayani merupakan kunci keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan.
Selanjutnya, ia berpesan kepada saudara sekalian, jadikanlah layanan kesehatan masyarakat sebagai visi utama dalam setiap gerak dan langkah saudara-saudara sekalian.
“Saya yakin, ketika kita bekerja dengan hati, maka setiap usaha yang kita kerjakan akan mendapatkan hasil yang baik dan menjadi keberkahan untuk kita dan orang lain yang kita bantu,” kuncinya. (*/)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Dedy Warseto





