TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Pemkab Berau melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) menggelar kegiatan Sosialisasi Luas Tambah Tanam Padi bagi Penyuluh pada Kamis, (22/5/25) di ruang rapat Kantor DTPHP Berau.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Plt Asisten II Sekretariat Kabupaten Berau, Warji, mewakili Wakil Bupati Berau, Gamalis.
Kegiatan ini diikuti oleh para penyuluh pertanian dari berbagai kecamatan di Kabupaten Berau dan diharapkan menjadi katalisator dalam mendorong peningkatan produksi pangan berbasis data dan teknologi.
Dalam kesempatannya, Warji menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemkab Berau untuk memperkuat sektor pertanian, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan ancaman gagal panen.
“Kita bersyukur Kabupaten Berau mendapatkan kegiatan optimalisasi lahan dari Kementerian Pertanian seluas 895 hektare, yang tersebar di Kecamatan Teluk Bayur, Gunung Tabur, Sambaliung, dan Tabalar,” ungkapnya.
Lanjutnya, sebagai bentuk dukungan terhadap produktivitas petani, Pemkab Berau juga telah menyalurkan berbagai bantuan alat pertanian yang diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Berau, antara lain Traktor roda 4 sebanyak 4 unit, Traktor roda 2 sebanyak 17 unit, Traktor olah tanah besar 10 unit, Pompa air 15 unit dan Alat tanam sebanyak 10 unit.
Dirinya menegaskan, bantuan ini diharapkan dapat mendongkrak produksi padi dan menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan cuaca ekstrem dan potensi penurunan produktivitas lahan.
“Sektor pertanian sangat vital. Karena itu, kami mendorong peran aktif seluruh jajaran terkait untuk melakukan pendampingan intensif kepada petani dan kelompok tani,” ujarnya.
“Sedangkan isu alih fungsi lahan, kekeringan, hingga keterbatasan SDM petani juga harus segera diatasi,” sambungnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga komoditas agar petani tetap sejahtera, serta mendorong pengembangan sektor hilir berbasis kearifan lokal yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Dalam konteks yang lebih luas, Warji menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi lahan sawah di Kabupaten Berau yang semakin terancam oleh alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit, sarang walet, perumahan hingga pertambangan.
“Lahan sawah kita harus dilindungi. Pengalokasian lahan pertanian pangan berkelanjutan menjadi solusi untuk menekan laju konversi lahan dan menjaga fungsi ekologinya,” tegasnya.
Ia berharap para penyuluh dapat berperan aktif dalam menyukseskan program Luas Tambah Tanam (LTT) padi sebagai langkah nyata untuk menjamin keberlanjutan pasokan pangan bagi masyarakat.
“Sosialisasi ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah awal kita dalam memastikan keberlanjutan pangan di Berau. Mari kita bersama-sama lindungi lahan subur dan maksimalkan produktivitas pertanian kita,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Dedy Warseto





