TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Ribuan ubur-ubur tidak menyengat, yang menjadi unggulan di destinasi wisata Pulau Kakaban, diduga menghilang. Keberadaan ubur-ubur tersebut tidak nampak oleh wisatawan, padahal biasanya selalu mudah ditemukan saat berkunjung ke danau di tengah laut tersebut.
Hal itu diungkapkan Zaiwa, salah seorang pemerhati wisata Berau, yang sempat melakukan kunjungan ke Pulau Kakaban beberapa waktu lalu. Diisebutkannya, ubur-ubur yang biasanya selalu terlihat, kini samasekali tidak nampak.
Bahkan kondisi lain yang membuatnya heran adalah kondisi warna air danau yang terlihat lebih hijau dari biasanya. Bahkan di sekitar danau teersebu terdapat banyak ikan-ikan kecil yang bermatian.
“Hal ini saya ketahui saat mendampingi kunjungan Pj Gubernur Kaltim beberapa waktu lalu. Saya heran kok ubur-ubur yang biasa terlihat sampai ribuan di permukaan, justru tidak tampak. Ke mana perginya ubu-ubur sebanyak itu,” ucapnya, Selasa (26/12/2023).
Selain itu, Zaiwa juga menyebut air di destinasi wisata tersebut juga semakin terasa asin. Padahal sebelumnya, air danau tersebut tawar.
“Keanehan lain yang saya dapatkan yaitu rasa air danau yang sudah mulai terasa lebih asin, biasanya air di sana payau,” sambungnya.
Ia pun berharap agar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau segera melakukan penelitian terhadap destinasi wisata alam tersebut.
“Sebaiknya di tutup saja dulu sementara waktu dan diteliti apa yang menyebabkan ubur-ubur ini menghilang,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kepala BKSDA Kaltim SKW I Berau, Ilyas mengatakan fenomena hilangnya ubur-ubur di Danau Kakaban akan diteliti lebih lanjut.
“Ada banyak kemungkinan, salah satunya kenaikan suhu perairan yang bisa saja menjadi pemicu hilangnya ikon wisata di Pulau Kakaban ini. Tapi akan dilakukan penelitian dulu,” jelasnya.
Ia juga menyebut di lokasi lain juga pernah terjadi fenomena yang sama, yaitu pada tahun 2019, di Danau Lenmakana, Raja Ampat. Hal itu terjadi akibat kenaikan suhu 2,5 derajat celcius.
“Kemungkinan ada kenaikan suhu air yang membuat ubur-ubur ini turun ke kedalaman tertentu yang lebih dingin suhunya. Atau bisa juga mati karena kepanasan di permukaan,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir, justru membantah ubur-ubur tersebut hilang.
Dikatakan Ilyas, persepsi hilangnya ubur-ubur tersebut tidak benar karena ubur-ubur tersebut nyatanya masih banyak terpantau di pintu masuk baru.
“Mungkin yang terpantau hanya di bagian pintu masuk lama, karena laporan yang kami terima dari lapangan, ubur-ubur masih banyak di sekitar pintu masuk baru. Tapi pintu masuk baru ini memang belum sepenuhnya dibuka untuk umum,” tutupnya. (Mrt/Ded)
Foto By: Internet





