TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Dalam beberapa bulan terakhir bencana kebakaran terjadi di Kabupaten Berau. Dalam sepekan sempat terjadi 4 kali kebakaran dan menyulitkan petugas untuk melakukan penanganan karena kurangnya personel. Pasalnya, kebakaran yang terjadi bukan hanya pada pemukiman namun juga kebakaran hutan dan lahan yang jauh dari kota dimana kantor damkar.
Melihat hal tersebut, Anggota Komisi I DPRD Berau, Suharno pun menyoroti kurangnya personel damkar yang ada di Berau. Ia menilai dengan jumlah wilayah dan pendudukan di Berau sangat tidak ideal dengan jumlah personel damkar saat ini.
“Soal personel damkar ini tidak bisa kita anggap sepele. Karena apa yang mereka lakukan ini adalan pertolongan cepat dan harus menjadi perhatian serius oleh pemerintah,” ungkapnya kepada awak media.
Dikatakannya, jika pada musim kemarau terjadi, Kabupaten Berau sering dihadapkan dengan Karhutla. Diketahui dalam satu hari ada beberapa titik lahan yang terbakar. Jika para personel banyak terfokus disana, maka dikhawatirkan jika terjadi kebakaran pada pemukiman, personel akan kurang.
“Kita tidak bisa memprediksi musibah kapan terjadinya. Jangan sampai ada beberapa titik kebakaran, ataupun kebakaran besar, personel damkar kewalahan karena minim anggota,” ujarnya
Dijelaskannya, semakin tahun angka penduduk bertambah, hal itu dibarengi dengan semakin padatnya pemukiman, sehingga penambahan personel damkar harus dicarikan solusi. “Penambahan personel ini sangat penting, supaya penanggulangan bisa berjalan maksimal,” katanya.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mendorong Pemkab Berau untuk memasukkan penambahan personel damkar ke dalam skala prioritas.
“Mereka ini ujung tombak penanganan bencana dan menyangkut keselamatan masyarakat,” tandasnya. (Adv/Ded)





