TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Berau menggelar Pembukaan Pertemuan Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang, Jalan Apt Pranoto, Tanjung Redeb.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam kesempatannya, Gamalis menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan penurunan angka stunting menjadi 14,4 persen pada tahun 2029 dan mencapai 5 persen pada tahun 2045, sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.
“Ini adalah target nasional yang harus kita dukung bersama melalui langkah nyata di daerah,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Berau masih berada di angka 23,4 persen.
Lanjutnya, angka tersebut bahkan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dan masih berada di atas rata-rata nasional.
Tak hanya itu, data SIGIZI KESGA tahun 2025 menunjukkan jumlah balita di Berau mencapai 23.105 anak, namun persentase balita yang telah diukur baru sekitar 40,06 persen. Rendahnya angka kunjungan ke posyandu menjadi salah satu perhatian serius pemerintah.
“Artinya, kunjungan balita ke posyandu masih rendah dan harus kita tingkatkan untuk memantau tumbuh kembang mereka sekaligus memastikan anak-anak kita bebas stunting,” jelasnya.
Gamalis juga menyoroti hasil evaluasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025, di mana Kabupaten Berau berada di peringkat ke-10 atau posisi terakhir dari 10 kabupaten/kota dalam penilaian kinerja aksi konvergensi percepatan penurunan stunting, dengan capaian skor 94.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama agar upaya penanganan stunting dilakukan lebih fokus dan serius, melalui strategi kolaborasi, integrasi, serta pelaksanaan delapan aksi konvergensi.
“Pencegahan dan percepatan penurunan stunting harus kita lakukan secara terintegrasi dan melibatkan semua pihak,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Pra Musrenbang Stunting ini menjadi forum penting untuk mengintegrasikan berbagai usulan dari tingkat kampung, kelurahan, hingga kecamatan ke dalam perencanaan pembangunan kabupaten.
Hasil dari forum ini nantinya akan menjadi dasar dalam deklarasi komitmen bersama antara kepala daerah, Forkopimda, DPRD, perangkat daerah, hingga pemangku kepentingan lainnya dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Gamalis juga menyampaikan apresiasi atas sejumlah capaian yang telah diraih Kabupaten Berau.
Ia memaparkan di antaranya keberhasilan penyelesaian Web Bangda 100 persen, masuk dalam 20 kabupaten/kota terbaik dalam pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal, serta penghargaan dari BKKBN melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.
“Capaian ini patut kita syukuri, namun tetap harus kita tingkatkan agar hasilnya lebih optimal,” ujarnya.
Ia berharap, melalui kegiatan ini seluruh pihak dapat memperkuat komitmen dan sinergi dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Berau, demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di masa depan.
“Ini adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan anak-anak Berau tumbuh sehat dan terbebas dari stunting,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor : Ikbal Nurkarim





