TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Pemkab Berau melakukan rotasi dan mutasi sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama. Namun, dalam perombakan tersebut, tiga posisi strategis yakni Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepala Dinas Perkebunan dan Kepala DPPKBP3A masih belum terisi.
Rotasi ini dilakukan bersamaan dengan pelantikan pejabat baru yang dipimpin langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas.
Dalam arahannya, Bupati Sri menegaskan pentingnya profesionalitas, integritas, dan kinerja optimal bagi seluruh pejabat yang baru dilantik.
“Saudara dipilih melalui pertimbangan objektif. Artinya, saudara dipercaya mampu memimpin organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam mutasi tersebut, sejumlah pejabat mengalami pergeseran jabatan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Mustakim, dipercaya mengemban tugas baru sebagai Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Andi Marewangeng, dipindah menjadi Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Perekonomian. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP), Junaidi, kini menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Keuangan dan SDM.
Posisi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) kini diisi oleh Jaka Siswanta yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Keuangan dan SDM. Sedangkan Kepala Dinas Perkebunan, Lita Handini, bergeser menjadi Kepala DTPHP.
Perubahan juga terjadi pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), di mana Zulkifli Azhari kini menjabat sebagai Kepala DLHK.
Sementara itu, posisi Kepala Disnakertrans diisi oleh Anang Sapransah yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Satpol PP.
Selanjutnya, Rusnan Hefni dipercaya sebagai Kepala Dinas Perhubungan, menggantikan posisi sebelumnya. Kepala Dinas Pangan, Rakhmadi Pasarakan, dipindah menjadi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
Di sektor lain, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip), Yudha Budisantoso, kini menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Posisi yang ditinggalkannya diisi oleh Rabiatul Islamiah yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala DPPKBP3A.
Meski sejumlah jabatan telah terisi, kursi Kepala Satpol PP dan Kepala Dinas Perkebunan masih kosong pasca rotasi tersebut. Kekosongan ini diperkirakan akan segera diisi melalui mekanisme penunjukan pelaksana tugas (Plt) atau proses seleksi lanjutan.
Dalam kesempatannya, Sri juga mengingatkan bahwa kinerja pejabat saat ini berada dalam pengawasan publik yang semakin kritis, terutama di era media sosial.
“Pejabat publik harus menjadi teladan. Tidak hanya bekerja, tapi juga menjaga sikap dan integritas,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa di tengah efisiensi anggaran, seluruh perangkat daerah harus tetap mampu berinovasi dan menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Harus tetap menghadirkan program yang manfaatnya dirasakan masyarakat, dengan kerja yang cepat, tepat, dan berkualitas,” katanya.
Sri juga mengingatkan agar setiap kebijakan yang diambil tetap sesuai regulasi. Ia meminta seluruh pejabat aktif berkoordinasi untuk menghindari potensi pelanggaran administrasi maupun hukum.
“Kita ini bukan superman, tapi supertim. Keberhasilan pembangunan hanya bisa dicapai dengan kolaborasi,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





