PULAU DERAWAN, PORTALBERAU – Pencarian terhadap seorang anak berinisial R (10) yang dilaporkan hilang pada (5/4/26) kemarin di kawasan Pantai Ulingan, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, memasuki hari kedua pada Senin (6/4/2026).
Tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau bersama unsur terkait terus mengintensifkan upaya pencarian dengan menyisir area laut dan pesisir.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Berau, Nofian Hidayat, menjelaskan bahwa operasi hari kedua difokuskan pada perluasan jangkauan pencarian hingga radius maksimal dua mil laut dari titik awal korban dilaporkan hilang.
“Pada hari kedua ini, pencarian kami perluas dengan jarak maksimal hingga dua mil laut dari lokasi kejadian. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus,” ujarnya.
Menurut Nofian, kondisi korban telah memasuki 24 jam sejak dilaporkan hilang, sehingga tim bekerja ekstra dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan di lapangan.
“Kami tetap fokus pada peluang keselamatan tetap menjadi prioritas utama, meskipun tantangan cukup besar,” bebernya.
Dalam proses pencarian, tim gabungan menerapkan empat metode utama. Pertama, metode visual open water dengan melakukan penyisiran permukaan laut menggunakan perahu. Kedua, visual survival yang berfokus pada pencarian tanda-tanda keberadaan korban yang masih bertahan di permukaan.
Selain itu, metode ketiga dilakukan dengan penyelaman (diving) di titik lokasi awal korban hilang guna memastikan tidak ada korban yang terjebak di bawah permukaan air. Metode keempat menggunakan cara tradisional, seperti memancing, rawai, dan jaring, yang melibatkan bantuan masyarakat setempat.
“Kami mengombinasikan metode modern dan tradisional agar hasil pencarian lebih maksimal. Dukungan masyarakat juga sangat membantu dalam proses ini,” katanya.
Hingga saat ini, tim masih terus melakukan pencarian secara intensif dengan harapan korban segera ditemukan. Cuaca dan kondisi arus laut menjadi faktor penting yang turut memengaruhi jalannya operasi di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat beraktivitas di kawasan pesisir,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim




