TANJUNG REDEB,PORTALBERAU – Rencana penerapan sistem barcode dalam distribusi BBM bersubsidi bagi nelayan di Kabupaten Berau mendapat tanggapan dari Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami.
Ia menilai langkah yang diinisiasi oleh Dinas Perikanan Berau tersebut merupakan upaya positif, namun tetap perlu diimbangi dengan kesiapan di lapangan.
Menurutnya, sistem barcode memang dapat menjadi solusi dalam menekan potensi kebocoran distribusi BBM nelayan. Namun, ia mengingatkan agar implementasinya tidak justru menyulitkan nelayan tradisional yang belum sepenuhnya memahami teknologi.
“Pemerintah juga harus melihat kondisi nelayan kita, tidak semuanya siap dengan sistem digital seperti barcode,” ujarnya saat dimintai tanggapan, Minggu (5/4/26).
Ia menambahkan, sosialisasi menjadi kunci utama sebelum sistem tersebut diterapkan secara menyeluruh. Pemerintah daerah melalui Diskan perlu memberikan pendampingan agar nelayan tidak kebingungan saat proses distribusi berlangsung.
Sutami juga menyoroti pentingnya validasi data penerima BBM subsidi. Menurutnya, persoalan kebocoran selama ini tidak hanya disebabkan lemahnya sistem, tetapi juga kurang akuratnya pendataan di lapangan.
“Kalau datanya tidak valid, sebaik apa pun sistemnya tetap akan ada celah. Jadi ini harus dibenahi bersamaan,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya meminta agar koordinasi dengan pihak penyalur seperti Pertamina diperkuat guna menjamin ketersediaan stok BBM. Ia tidak ingin kasus nelayan aktif yang kehabisan jatah kembali terulang.
“Kita sering dengar keluhan nelayan yang benar-benar melaut justru tidak kebagian. Ini harus jadi perhatian serius,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap penerapan sistem barcode tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan nelayan. Ia menekankan bahwa tujuan utama kebijakan ini adalah memastikan nelayan yang berhak benar-benar merasakan manfaat subsidi.
“Jangan sampai kebijakan ini bagus di atas kertas, tapi di lapangan malah menyulitkan. Kita ingin nelayan kita terbantu, bukan terbebani,” kuncinya. (ADV)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





