TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Berau mencatat capaian menggembirakan di sektor kesehatan sepanjang tahun 2025. Penurunan signifikan angka kematian ibu menjadi salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan kesehatan di daerah tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun, angka kematian ibu pada 2025 hanya tercatat sebanyak 2 kasus. Angka ini menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 9 kasus. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di Kabupaten Berau berjalan semakin baik dan efektif.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
“Sehat bagi setiap orang menjadi tujuan utama kita demi terwujudnya derajat kesehatan masyarakat sebagai hasil pembangunan kesehatan. Penurunan angka kematian ibu ini adalah bukti nyata dari kerja keras semua pihak,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Ia juga menambahkan bahwa capaian ini telah melampaui target nasional, sehingga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan ke depan.
“Kalau sebelumnya ada 9 kasus, sekarang hanya 2 kasus. Ini bukan hanya angka, tetapi menunjukkan bahwa sistem pelayanan kesehatan kita sudah semakin baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.
Selain itu, angka kematian anak di Kabupaten Berau juga mengalami penurunan pada tahun 2025 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini didukung oleh peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak di seluruh kecamatan.
“Penurunan angka kematian anak ini juga menjadi indikator bahwa layanan kesehatan dasar, khususnya bagi ibu dan anak, sudah berjalan dengan optimal di seluruh wilayah,” lanjutnya.
Dari sisi status gizi, pemerintah daerah juga mencatat hasil positif. Pada tahun 2025, angka balita dengan gizi buruk hanya sebesar 0,10 persen atau sebanyak 1 anak.
“Kasus gizi buruk yang tinggal 1 ini menunjukkan bahwa intervensi kita sudah tepat sasaran, meskipun tetap harus kita waspadai dan tangani secara serius,” tegas Gamalis.
Sementara itu, angka harapan hidup masyarakat Berau juga meningkat menjadi 74,47 tahun dari sebelumnya 72,59 tahun.
“Peningkatan angka harapan hidup ini menandakan kualitas kesehatan masyarakat kita semakin baik. Ini harus kita pertahankan dan tingkatkan,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Berau memastikan akan terus memperkuat pembangunan sektor kesehatan guna memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





