TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perikanan (Diskan) terus berupaya meningkatkan ketepatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi nelayan.
Salah satu langkah yang akan diterapkan adalah penggunaan sistem barcode guna memastikan penyaluran tepat sasaran dan mencegah potensi penyalahgunaan di lapangan.
Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, menyampaikan bahwa penerapan barcode menjadi kebutuhan mendesak dalam tata kelola distribusi BBM nelayan. Menurutnya, sistem ini diharapkan mampu menutup celah kebocoran yang selama ini masih terjadi.
“Jadi memang nelayan suka tidak suka harus melek teknologi agar tidak ada kebocoran-kebocoran seperti nelayan yang punya barcode namun sebenarnya kapal rusak tapi tetap mengambil jatah BBM,” ungkapnya, Rabu (1/4/26).
Ia menegaskan bahwa pengawasan akan diperketat seiring implementasi sistem tersebut. Diskan Berau juga terus melakukan koordinasi lintas pihak guna memastikan mekanisme berjalan efektif dan tidak merugikan nelayan yang benar-benar aktif melaut.
“Itu yang menjadi atensi kita, jadi tetap kita koordinasikan agar melalui sistem barcode ini BBM nelayan dapat terdistribusi sesuai dengan profesi mereka yakni sebagai nelayan,” lanjutnya.
Abdul Majid juga menyoroti adanya keluhan dari nelayan terkait ketersediaan BBM. Dalam beberapa kasus, nelayan yang aktif justru tidak mendapatkan jatah karena stok telah habis lebih dulu.
“Seperti kemarin ada keluhan yang benar-benar berprofesi nelayan namun saat ingin mengisi dirinya kehabisan. Mudah-mudahan hal itu tidak terjadi lagi,” katanya.
Untuk mendukung kelancaran program ini, Diskan Berau akan terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak terkait, termasuk Pertamina sebagai penyalur BBM. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjaga kestabilan pasokan sekaligus memastikan sistem barcode dapat diimplementasikan secara optimal.
“Kita juga akan terus berkoordinasi dengan pihak Pertamina,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





