TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Kenaikan harga ikan di Kabupaten Berau mendorong Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sambaliung menghadirkan program pasar murah bagi masyarakat.
Melalui langkah ini, warga diharapkan bisa memperoleh ikan konsumsi seperti layang, kembung, dan tembang dengan harga yang lebih stabil dan terjangkau.
Kepala UPT TPI Sambaliung, Frederik Sibulo, menjelaskan bahwa program ini merupakan respons atas fluktuasi harga ikan yang kerap terjadi di pasar tradisional. Menurutnya, lonjakan harga tidak lepas dari panjangnya rantai distribusi sebelum ikan sampai ke tangan konsumen.
“Program ini kami rancang sebagai langkah awal untuk menstabilkan harga ikan di masyarakat. Rencananya akan dilaksanakan setiap bulan sebagai tahap uji coba,” ujarnya.
Frederik menyebutkan, pelaksanaan pasar murah akan dievaluasi secara berkala guna melihat efektivitasnya. Jika dinilai berhasil, tidak menutup kemungkinan frekuensi kegiatan akan ditingkatkan, misalnya menjadi mingguan.
Namun demikian, pihaknya tetap berhati-hati agar kebijakan ini tidak menimbulkan dampak negatif terhadap mekanisme pasar yang sudah berjalan, khususnya bagi para pedagang.
“Kalau terlalu sering digelar, dikhawatirkan justru mengganggu keseimbangan pasar dan merugikan pedagang lokal. Karena itu, kita mulai dari sebulan sekali sambil melihat perkembangan,” jelasnya.
Dalam program ini, beberapa jenis ikan yang menjadi fokus adalah komoditas yang rentan mengalami kenaikan harga, terutama ikan layang yang memiliki permintaan tinggi di masyarakat.
“Ikan layang sering jadi primadona. Harganya bisa melonjak hingga Rp40 ribu sampai Rp60 ribu per kilogram karena melalui beberapa tahapan distribusi,” ungkapnya.
Melalui konsep pasar murah, TPI Sambaliung berupaya memangkas rantai distribusi tersebut dengan mempertemukan langsung nelayan dan konsumen. Cara ini diharapkan mampu menghadirkan harga yang lebih bersahabat tanpa mengurangi keuntungan nelayan.
Lanjutnya, program ini juga mendapat dukungan dari nelayan dan pelaku usaha perikanan lokal. Mereka melihat pasar murah sebagai peluang untuk menyalurkan hasil tangkapan secara langsung, tanpa melalui perantara yang panjang.
“Harapannya, ikan hasil tangkapan nelayan Berau bisa langsung sampai ke masyarakat dengan harga lebih terjangkau. Jadi manfaatnya bisa dirasakan bersama,” tuturnya.
Pemkab Berau menilai program ini sebagai salah satu langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga pangan laut di daerah. Selain membantu masyarakat, kebijakan ini juga diharapkan mampu menjadi model penanganan harga yang adaptif terhadap dinamika pasar.
“Ke depan, kami berharap program ini bisa berkelanjutan dan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim




