TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Rencana program sambungan rumah (SR) gratis bagi masyarakat yang sempat digaungkan pemerintah pusat belum dapat direalisasikan di Kabupaten Berau.
Hal ini disampaikan Direktur PDAM Berau, Saipul Rahman, yang menyebut kendala utama terletak pada belum tersedianya anggaran dari pusat.
Menurut Saipul, program SR gratis tersebut mengacu pada kebijakan pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2024. Namun, dalam pelaksanaannya, dukungan pendanaan yang diharapkan tidak kunjung tersedia.
“Kalau untuk SR gratis itu sebenarnya kami ingin jalankan, karena kita mengikuti program pusat. Tapi setelah dicek, ternyata dananya belum ada. Bukan hanya di Berau, di PDAM daerah lain juga belum ada yang terealisasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat pihaknya tidak bisa memaksakan pelaksanaan program, meskipun kebutuhan masyarakat terhadap layanan air bersih terus meningkat.
Sebagai langkah alternatif, PDAM Berau kemudian mengoptimalkan skema pembayaran pemasangan SR melalui sistem cicilan. Kebijakan ini dinilai cukup membantu masyarakat yang ingin mendapatkan sambungan air, namun terkendala biaya awal.
“Kami siasati dengan sistem cicilan. Jadi masyarakat tetap bisa pasang SR, tapi pembayarannya dipermudah,” jelasnya.
Lanjutnya, upaya tersebut terbukti mampu meningkatkan minat masyarakat. Saipul mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 terjadi lonjakan signifikan dalam jumlah permohonan pemasangan SR dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, minat masyarakat di 2025 meningkat cukup tinggi, bahkan bisa dibilang sekitar 150 persen dibanding 2024. Ini karena adanya kemudahan cicilan tadi,” katanya.
Meski demikian, saat ini PDAM Berau masih belum kembali membuka program tersebut secara luas. Pihaknya masih melakukan evaluasi terhadap kondisi dan perkembangan di masyarakat sebelum mengambil langkah lanjutan.
“Kita masih lihat dulu perkembangan ke depan seperti apa. Nanti akan kita sesuaikan lagi kebijakannya,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





