TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Komitmen dalam memberantas peredaran narkotika di Kabupaten Berau kembali dibuktikan oleh jajaran kepolisian.
Polres Berau berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu-sabu dengan barang bukti mencapai 10 kilogram di jalur poros Berau–Kalimantan Utara.
Keberhasilan pengungkapan kasus besar tersebut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin. Ia menilai langkah cepat dan tegas aparat kepolisian menjadi bukti nyata keseriusan dalam menekan peredaran narkoba di wilayah Bumi Batiwakkal.
“Ini membuktikan bahwa Polres Berau benar-benar bekerja dalam menekan peredaran narkoba. Kami sangat mengapresiasi atas upaya yang telah dilakukan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan profesionalitas aparat penegak hukum, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa peredaran narkotika merupakan ancaman serius yang harus ditangani secara berkelanjutan dan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.
Ia juga menyoroti posisi strategis Berau yang berbatasan langsung dengan wilayah Kalimantan Utara, sehingga berpotensi menjadi jalur lintasan peredaran narkotika.
Oleh karena itu, kata dia, diperlukan pengawasan yang lebih ketat serta sinergi antar aparat penegak hukum, baik di tingkat kabupaten maupun lintas daerah.
“Wilayah kita ini cukup rawan karena menjadi jalur perlintasan. Maka pengawasan harus diperketat, termasuk koordinasi lintas wilayah,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia mendorong agar aparat kepolisian tidak berhenti pada pengungkapan pelaku di lapangan saja, melainkan terus mengembangkan kasus hingga ke jaringan yang lebih besar.
“Peredaran narkoba ini harus diusut sampai tuntas. Jangan hanya berhenti di pelaku lapangan, tetapi juga harus menyasar jaringan di atasnya,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, upaya pemberantasan harus berjalan beriringan antara penindakan dan pencegahan.
“Penegakan hukum penting, tapi edukasi juga tidak kalah penting. Kita harus melindungi generasi muda dari bahaya narkoba,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim




