TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Kepolisian Resor Berau terus memperkuat pengawasan terhadap potensi peredaran narkotika melalui berbagai jalur, baik darat, laut, maupun udara.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi masuknya barang haram ke wilayah Kabupaten Berau.
Dalam kesempatannya, Kapolres Berau, Ridho Tri Putranto, menegaskan bahwa jalur transportasi, khususnya laut, memiliki kerawanan tersendiri karena digunakan sebagai akses mobilitas antarwilayah, termasuk lintas provinsi.
“Jalur laut ini kan terbentang luas dan menjadi akses transportasi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir. Ini tentu memberikan manfaat, tapi juga memiliki potensi disalahgunakan untuk peredaran barang terlarang,” ujarnya.
Menurutnya, pengawasan terhadap jalur laut membutuhkan penanganan yang lebih komprehensif karena karakteristik wilayah yang terbuka serta tingginya aktivitas transportasi.
Untuk itu, dirinya menyebut, Polres Berau mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan melibatkan masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, dalam upaya deteksi dini.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, baik nelayan maupun pengguna jalur laut, apabila menemukan hal mencurigakan agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian. Ini penting agar bisa segera kami tindaklanjuti,” tegasnya.
Selain jalur laut, pengawasan juga diperketat pada akses darat dan udara yang kerap menjadi pintu masuk distribusi narkotika. Polres Berau terus melakukan pemantauan serta koordinasi lintas wilayah guna meminimalisir celah peredaran barang haram tersebut.
AKBP Ridho menambahkan, setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku. Jika ditemukan barang bukti, maka akan langsung diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.
“Peran aktif masyarakat sangat kami harapkan. Dengan sinergi yang baik, kita bisa bersama-sama mencegah peredaran narkotika di wilayah Berau,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





