TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Berau, Edy Suswanto, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal sebagai bingkisan saat momen Lebaran.
Ajakan tersebut ditujukan baik kepada warga yang akan mudik ke luar daerah maupun masyarakat yang saling berkunjung selama perayaan hari raya.
Menurut Edy, berbagai produk UMKM Berau memiliki kualitas yang tidak kalah menarik dan layak dijadikan oleh-oleh khas daerah. Bahkan beberapa produk telah cukup dikenal masyarakat sebagai produk unggulan daerah.
“Produk-produk seperti Cokelat Berau, Kalampuri hingga Terasi Berau sudah cukup dikenal dan bisa menjadi pilihan oleh-oleh khas dari Berau,” ujarnya belum lama ini.
Ia menilai, ketika masyarakat yang merantau dari Berau membawa oleh-oleh khas daerah ke tempat tujuan, hal itu tidak hanya memberikan kesan positif bagi penerimanya, tetapi juga berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi lokal.
“Ketika pemudik membawa oleh-oleh khas Berau, tentu tidak mengecewakan dan kami merasa terbantu,” katanya.
Menurutnya, langkah sederhana seperti membeli produk lokal dapat menjadi bentuk dukungan nyata bagi para pelaku UMKM di daerah.
Lanjutnya, apalagi banyak perantau maupun masyarakat yang tinggal di Berau turut berkontribusi dalam menghidupkan ekonomi masyarakat melalui pembelian produk tersebut.
“Perantau di Berau juga ikut menghidupkan ekonomi masyarakat dengan membeli produk lokal,” jelasnya.
Selain itu, Edy juga menyoroti tren pemberian hampers atau bingkisan menjelang Lebaran yang kini semakin populer di tengah masyarakat. Ia menilai kebiasaan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai produk UMKM Berau dalam satu paket menarik.
“Kebiasaan memberikan hampers bisa diisi beragam produk lokal dalam satu wadah,” tuturnya.
Dalam satu paket hampers, menurutnya masyarakat dapat menggabungkan berbagai jenis produk, mulai dari makanan khas hingga kerajinan tangan atau kriya yang memiliki nilai seni.
Beberapa kerajinan khas Berau bahkan dinilai sangat cocok dijadikan isi hampers, seperti set teko atau tea pot berbahan kayu ulin yang memiliki karakter unik dan daya tarik tersendiri. Selain itu, produk kerajinan anyaman juga dapat dimanfaatkan sebagai wadah sekaligus isi dari bingkisan tersebut.
“Kerajinan seperti tea pot dari kayu ulin atau anyaman juga bisa jadi hantaran hampers,” jelasnya.
Ia berharap kebiasaan menggunakan produk lokal sebagai bingkisan Lebaran dapat terus dikembangkan secara bertahap di tengah masyarakat. Dengan demikian, pelaku UMKM di Berau dapat terus bertahan dan berkembang melalui dukungan dari masyarakatnya sendiri.
“Harapannya kebiasaan ini bisa terus dihidupkan agar UMKM kita tetap tumbuh dan berkembang,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





