TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit campak yang mulai muncul di sejumlah daerah sekitar di Kalimantan Timur.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah virus tersebut masuk dan menular ke anak-anak di wilayah Berau.
Sepanjang tahun ini, belum ditemukan kasus positif campak di Kabupaten Berau. Meski demikian, risiko penyebaran penyakit tersebut tetap menjadi perhatian serius, terutama karena beberapa daerah tetangga telah melaporkan kasus serupa.
Saat ini, fokus pengawasan terbesar diarahkan ke Kecamatan Sambaliung. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Berau, dari total 42 anak yang masuk kategori suspek campak di seluruh kabupaten, jumlah terbanyak berasal dari kecamatan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Suhartini, mengatakan kondisi Berau secara umum masih relatif aman jika dibandingkan dengan kota lain seperti Balikpapan dan Bontang yang telah melaporkan adanya kasus.
“Alhamdulillah di Kabupaten Berau tidak masuk ya,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).
Meski begitu, ia menegaskan upaya peningkatan cakupan imunisasi harus terus digencarkan agar potensi wabah dapat ditekan sejak dini.
Menurutnya, dua kota tetangga yang telah terdampak kini juga tengah mempercepat program imunisasi. Sementara di Berau, dua pasien yang sempat terkonfirmasi positif di Kecamatan Batu Putih telah dinyatakan sembuh. Selain itu, jumlah kasus suspek campak juga berhasil ditekan dari 105 orang pada akhir tahun lalu.
Untuk mencegah penyebaran lebih luas, pemerintah daerah melalui puskesmas dan berbagai platform media sosial terus melakukan sosialisasi mengenai pentingnya imunisasi bagi anak.
Langkah ini dinilai penting karena masih ada sebagian masyarakat yang menolak pemberian vaksin bagi anak mereka.
Suhartini berharap masyarakat dapat memahami bahwa imunisasi merupakan langkah perlindungan utama untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity, sehingga risiko penularan penyakit dapat diminimalkan.
“Kami berharap kesadaran masyarakat untuk memberikan imunisasi kepada anaknya bisa terus meningkat,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa campak bukan penyakit baru. Virus ini kembali muncul di beberapa daerah akibat menurunnya kepercayaan sebagian masyarakat terhadap vaksin.
Selain imunisasi, masyarakat juga diimbau menerapkan langkah pencegahan sederhana seperti menggunakan masker dan menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang batuk atau bersin.
Pemerintah menegaskan bahwa perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya anak-anak, bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi juga membutuhkan kepedulian dari lingkungan sekitar.
“Kita berharap masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan anak, bukan hanya anak sendiri tetapi kesehatan masyarakat secara keseluruhan,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





