TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Ketersediaan solar bagi nelayan di wilayah pesisir Kabupaten Berau kembali menjadi sorotan. Sejumlah nelayan di kawasan Buyung-Buyung dikabarkan mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk kebutuhan melaut.
Menanggapi informasi tersebut, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Berau, Abdul Majid, menyampaikan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi dari nelayan terkait kelangkaan solar tersebut.
Menurutnya, jika memang terdapat nelayan yang mengalami kendala memperoleh bahan bakar, dinas akan segera melakukan pendataan agar dapat dicarikan solusi distribusinya.
“Secara resmi belum ada laporan yang masuk ke kami. Namun apabila ada nelayan yang kesulitan mendapatkan solar, tentu akan kami data terlebih dahulu untuk kemudian dicarikan jalan keluarnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterbatasan pasokan solar di beberapa SPBU pesisir menjadi salah satu penyebab nelayan kesulitan mendapatkan bahan bakar. Seperti di wilayah Talisayan dan Tanjung Batu yang saat ini telah melayani kebutuhan BBM bagi sejumlah kampung pesisir.
Kondisi tersebut membuat kuota solar di SPBU setempat telah teralokasi penuh. Untuk sementara waktu, nelayan di Buyung-Buyung diarahkan mengambil solar di depo milik AKR yang berada di wilayah Sembaliung.
“Karena kuota di Talisayan sudah penuh, sementara kami arahkan untuk mengambil di AKR Pasakirman. Di sana kuotanya masih tersedia,” jelasnya.
Meski lokasi depo tersebut berada lebih jauh dari kawasan nelayan, langkah tersebut dinilai sebagai solusi sementara agar aktivitas melaut tidak terhambat akibat keterbatasan bahan bakar.
Abdul Majid menegaskan, apabila nantinya terdapat laporan resmi dari nelayan yang belum terlayani, pihaknya akan melakukan verifikasi data serta mencari titik distribusi BBM terdekat yang masih memiliki kuota.
“Kami meminta peran aktif jika ada kendala untuk bisa melaporkan kepada kami langsung,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim




