MARATUA, PORTALBERAU – Kemunculan paus orca di perairan Pulau Maratua menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk DPRD Berau. Fenomena langka ini dinilai tidak cukup hanya disambut dengan antusiasme, tetapi harus ditindaklanjuti melalui penelitian ilmiah yang komprehensif.
Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Mangunsong, menegaskan bahwa kehadiran mamalia laut tersebut bisa saja berkaitan dengan perubahan iklim global maupun faktor lingkungan lainnya.
“Artinya ada sesuatu yang baru. Dengan perubahan iklim global ini, mungkin salah satunya perairan Maratua diuntungkan. Apakah karena suhu air, ketersediaan plankton, atau faktor lain, itu harus ada penelitian. Jangan hanya kita senang, tapi tidak tahu penyebabnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perlu kajian mendalam untuk memastikan apakah orca tersebut hanya melintas atau sudah beberapa kali muncul dalam rentang waktu tertentu.
Informasi awal menyebutkan kemunculan pertama terjadi pada 10 Februari dan kembali terlihat pada 18 Februari.
“Apakah dia datang hanya melintas, atau memang sudah beberapa kali muncul dalam beberapa minggu ini, itu juga perlu diteliti. Saya sendiri sering ke laut, belum pernah melihat sebelumnya,” tambahnya.
Orca dikenal sebagai mamalia laut yang cerdas dan sensitif terhadap perubahan lingkungan.
Kehadirannya di perairan tropis seperti Maratua dinilai sebagai fenomena menarik yang berpotensi menjadi daya tarik wisata baru bagi Kabupaten Berau.
Rudi pun mendorong pemerintah daerah, khususnya dinas terkait seperti Dinas Pariwisata serta Dinas Kelautan dan Perikanan, untuk mempublikasikan momen tersebut secara luas dengan tetap mengedepankan aspek ilmiah.
“Kalau ini bisa diekspos dengan baik, tentu menjadi kesempatan. Wisatawan pasti tertarik. Tapi tetap harus berbasis data dan kajian ilmiah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar pengelolaan potensi wisata bahari dilakukan secara terkoordinasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi, sehingga tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.
“Kalau mau dikelola, ya dikelola secara menyeluruh. Jangan hanya potensi yang diambil-ambil,” katanya.
Ke depan, DPRD Berau berharap ada kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, serta komunitas pemerhati lingkungan untuk meneliti karakteristik perairan Maratua yang mungkin menjadi faktor pendukung kehadiran orca, apakah untuk mencari makan, bermigrasi, atau bahkan berpotensi menjadi habitat yang sesuai.
Fenomena ini dinilai bukan sekadar kabar menggembirakan, tetapi juga momentum memperkuat riset kelautan sekaligus promosi wisata berbasis konservasi di Berau. (ADV)




