TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Anggota DPRD Berau, Liliansyah, menyoroti ketimpangan antara meningkatnya jumlah wisatawan dengan lambatnya pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
Menurutnya, lonjakan kunjungan yang tidak diikuti peningkatan PAD menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam tata kelola sektor tersebut.
Ia menilai, kinerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau belum sepenuhnya optimal.
“Ini tentu menjadi evaluasi ke depan agar pungutan retribusi memiliki mekanisme pengelolaannya yang baik,” ungkapnya.
Ia menyebut, selama ini fokus pengelolaan pariwisata masih bertumpu pada peningkatan jumlah kunjungan, namun belum diimbangi dengan optimalisasi penarikan retribusi sebagai sumber pemasukan daerah.
Padahal, sektor pariwisata telah ditetapkan sebagai sektor unggulan yang diharapkan mampu menggantikan ketergantungan terhadap sektor pertambangan.
Dengan berkurangnya dukungan dana dari pemerintah pusat, daerah dituntut untuk semakin mandiri secara fiskal.
“Apalagi ketergantungan dengan bantuan pusat sudah mulai berkurang. Kita memang dipaksa sudah harus mandiri,” jelasnya.
Liliansyah berharap seluruh kekurangan dalam pembangunan dan pengelolaan pariwisata dapat dievaluasi secara menyeluruh.
Solusi yang diambil pun harus jelas dan terukur agar setiap program mampu berkontribusi nyata terhadap PAD.
“Kita harapkan terdapat perubahan yang baik tahun ini, mulai dari infrastruktur yang masih bermasalah hingga penarikan retribusi yang belum maksimal,” tandasnya.
Berdasarkan data Disbudpar Berau, jumlah kunjungan wisatawan selama periode 2020–2025 terus mengalami pertumbuhan.
Pada 2025, tercatat 782.266 kunjungan, terdiri dari 5.346 wisatawan mancanegara dan 776.920 wisatawan nusantara.
Namun demikian, peningkatan jumlah kunjungan tersebut belum berdampak signifikan terhadap PAD.
Dari 14 objek wisata yang ada, hanya empat yang tercatat berkontribusi terhadap pendapatan daerah.
Meski realisasi retribusi melampaui target, persentasenya dinilai masih kecil dan cenderung stagnan. (Adv)





