TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Masyarakat Berau tak perlu khawatir saat berburu takjil. Hasil pengawasan intensif yang dilakukan selama tiga hari memastikan jajanan berbuka puasa yang beredar dinyatakan aman dari kandungan bahan kimia berbahaya.
Pemeriksaan dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Samarinda sejak 24 hingga 26 Februari. Tim menyasar sejumlah titik keramaian dan sentra penjualan takjil untuk mengambil sampel makanan dan minuman yang dicurigai berisiko.
Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) Ahli Muda BBPOM Samarinda, Akhmad Kamaluddin, menjelaskan bahwa pengawasan ini bertujuan mencegah potensi peredaran pangan yang mengandung zat kimia berbahaya.
“Dari hasil uji lapangan hari ini, tidak ditemukan adanya kandungan zat berbahaya pada sampel yang kami periksa, seperti produk yang ada di Pasar Ramadan Masjid Agung dinyatakan aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas menggunakan rapid test kit yang mampu mendeteksi empat parameter sekaligus, yakni Formalin, Rhodamin B, Metanil Yellow, dan Boraks. Metode uji cepat ini memungkinkan hasil diketahui langsung di lokasi, sehingga kepastian keamanan pangan dapat segera disampaikan kepada masyarakat dan pedagang.
Tim pengawas juga melakukan seleksi sampel secara selektif, terutama pada produk yang secara visual tampak mencolok, seperti warna terlalu terang atau tekstur yang tidak lazim.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi dini terhadap kemungkinan penyalahgunaan bahan tambahan non-pangan, seperti pewarna tekstil atau pengawet berbahaya.
Seluruh sampel yang diperiksa dari berbagai lokasi penjualan dinyatakan negatif dari zat berbahaya. Hasil tersebut memberikan rasa aman bagi warga yang menjalankan ibadah puasa dan membeli takjil untuk berbuka. Pengawasan ini menjadi bagian dari komitmen lintas instansi dalam menjaga kualitas pangan selama Ramadan.
“Selain melakukan pemeriksaan, kami juga memberikan edukasi kepada pedagang agar selalu menggunakan bahan yang sesuai standar keamanan,” bebernya.
Akhmad menambahkan, apabila ke depan ditemukan sampel yang terindikasi positif melalui uji cepat, maka akan dilakukan pengujian lanjutan di laboratorium untuk konfirmasi sebelum penanganan lebih lanjut dilakukan.
“Kami terus memastikan setiap produk pangan yang beredar, khususnya pada momentum Ramadan, memenuhi standar keamanan sehingga masyarakat dapat berbelanja dan berbuka puasa dengan tenang,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





